Putuskan Hubungan dengan Junta, Dubes Myanmar untuk Inggris Dikunci di Luar Kedutaan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 April 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 18 2391376 putuskan-hubungan-dengan-junta-dubes-myanmar-untuk-inggris-dikunci-di-luar-kedutaan-qFj1bU7lHW.JPG Dubes Myanmar untuk Inggris Kyaw Zwar Min pergi setelah gagal memasuki gedung kedutaan besar Myanmar di Mayfair, London, Inggris, 7 April 2021. (Foto: PA via Reuters)

LONDON - Duta Besar Myanmar untuk Inggris mengatakan bahwa dia dikunci dari kedutaan pada Rabu (7/4/2021). Beberapa sumber mengatakan bahwa wakilnya telah mengunci Dubes Kyaw Zwar Min dari gedung kedutaan dan bertanggung jawab atas nama militer.

Militer merebut kekuasaan di Myanmar dalam kudeta pada Februari dan menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Dubes Kyaw telah memutuskan hubungan dengan junta yang berkuasa dalam beberapa pekan terakhir, menyerukan pembebasan pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi.

BACA JUGA: Misi Diplomatik Myanmar Memberontak Terhadap Junta Militer

"Saya telah dikunci," katanya kepada Reuters di luar kedutaan di pusat kota London.

"Ini semacam kudeta, di tengah London... Anda dapat melihat bahwa mereka menempati gedung saya," katanya, menambahkan bahwa dia sedang berbicara dengan kementerian luar negeri Inggris tentang situasinya.

Empat sumber diplomatik yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa wakil duta besar Chit Win telah mengambil alih jabatan kuasa usaha dan dia serta atase militer telah mengunci duta besar keluar dari gedung.

Kyaw Zwar Minn berbicara di sebelah kedutaan, di mana polisi berjaga. Dia berbicara kepada pengunjuk rasa di jalan di luar.

“Kami mengetahui adanya protes di luar kedutaan Myanmar di Mayfair, London. Petugas ketertiban umum hadir. Tidak ada penangkapan,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Demonstrasi Antikudeta Myanmar, Pasukan Keamanan Tewaskan 15 Orang

Bulan lalu, Dubes Kyaw Zwar Minn telah menyerukan pembebasan Suu Kyi dan menggulingkan Presiden Win Myint, menuai pujian atas "keberanian" -nya dari menteri luar negeri Inggris Dominic Raab.

Inggris telah memberikan sanksi kepada anggota militer Myanmar dan beberapa kepentingan bisnisnya setelah kudeta, dan menuntut pemulihan demokrasi.

Kantor luar negeri Inggris tidak segera mengomentari insiden tersebut.

“Ini gedung saya, saya harus masuk ke dalam. Itu sebabnya saya menunggu di sini," kata Kyaw Zwar Minn kepada Reuters.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini