Twitter Rilis Emoji 'Aliansi Teh Susu' untuk Aktivis Pro-Demokrasi

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 18 2391794 twitter-rilis-emoji-aliansi-teh-susu-untuk-aktivis-pro-demokrasi-uGeoxr7H90.jpg Aliansi teh susu (Foto: AFP)

HONG KONG - Twitter telah meluncurkan emoji baru untuk "Aliansi Teh Susu" (Milk Tea Alliance) - sebuah gerakan yang menyatukan aktivis pro-demokrasi Asia.

Aliansi tersebut mempertemukan pengunjuk rasa anti-Beijing di Hong Kong dan Taiwan dengan juru kampanye pro-demokrasi di Thailand dan Myanmar.

Emoji, cangkir putih dengan tiga warna berbeda dari teh daerah populer, menandai satu tahun sejak tagar #MilkTeaAlliance dimulai.

Salah satu targetnya adalah dominasi China. Namun Beijing mengatakan hal itu "penuh bias".

Aliansi ini menyatukan para pegiat yang mendorong demokrasi yang lebih besar.

Gerakan ini muncul tahun lalu usai perselisihan Twitter antara nasionalis China dan aktor muda Thailand dan pacarnya, yang dituduh mendukung demokrasi di Hong Kong dan kemerdekaan Taiwan.

(Baca juga: AS Siap Cabut Sanksi yang Tak Sesuai Kesepakatan Nuklir Iran)

Gerakan ini mendapatkan popularitas di kalangan aktivis pro-demokrasi di Thailand yang menyerukan reformasi monarki dan pengunjuk rasa di Hong Kong yang menuduh Beijing merusak demokrasi di wilayah tersebut.

Penggunaan tagar melonjak lagi pada Februari ini setelah kudeta militer di Myanmar menyebabkan protes massal.

"Kami telah melihat lebih dari 11 juta tweet yang menampilkan hashtag #MilkTeaAlliance selama setahun terakhir," cuit Twitter dalam sebuah posting di platform tersebut.

Emoji akan secara otomatis muncul ketika pengguna memposting hashtag #MilkTeaAlliance.

"Selama masa kerusuhan sipil atau tindakan keras dengan kekerasan, lebih penting dari sebelumnya bagi publik untuk memiliki akses ke #OpenInternet untuk pembaruan waktu nyata, informasi yang kredibel, dan layanan penting,” tulis Twitter.

(Baca juga: Jumlah Anak Migran Tanpa Orang tua di Perbatasan AS-Meksiko Capai Rekor Tertinggi)

Seorang aktivis Thailand terkemuka, Netiwit Chotiphatphaisal, mengatakan kepada BBC jika pengumuman itu adalah momen besar bagi gerakan tersebut.

"Sangat bagus bahwa Twitter mengakui apa yang telah kami perjuangkan selama bertahun-tahun," katanya.

"Kami harus melawan tidak hanya diktator kami tetapi juga dengan dominasi China,” lanjutnya.

"Pergerakan ini terjadi tidak hanya secara online tetapi juga offline. Ini berdampak besar,” terangnya.

Aktivis terkemuka dari wilayah tersebut merayakan pengumuman tersebut secara online.

Sebuah posting di akun Twitter aktivis Hong Kong Joshua Wong menggunakan emoji, menulis: "Selalu dalam solidaritas, tidak peduli betapa sulitnya zaman."

Sementara itu, pemerintah China telah mengkritik Aliansi Teh Susu.

Dikutip Bloomberg, juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers pada Kamis 98/3) jika gerakan itu "secara konsisten memegang posisi anti-China, dan penuh bias terhadap China.”

Meskipun Twitter dilarang di China daratan, para pejabatnya telah menggunakan platform tersebut untuk melawan kritik internasional terhadap kebijakan Beijing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini