Tenggelam Diterjang Siklon Seroja, Warga Desa Tunbaun Kupang Belum Dapat Bantuan

Antara, · Minggu 11 April 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 340 2392809 tenggelam-diterjang-siklon-seroja-warga-desa-tunbaun-kupang-belum-dapat-bantuan-BrWRWEgvJo.jpg Desa Nunbaun usai diterjang siklon tropis seroja (foto: Dok Antara)

KUPANG - Sebagian Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam diterjang Siklon Tropis Seroja yang pada 4-5 April 2021 lalu, tetapi tidak ada korban jiwa.

"Semua mata dan telinga mengarah ke Flores Timur dan Lembata, sehingga suara kami tidak didengar. Kami juga kesulitan menyampaikan informasi keluar, karena tidak ada akses telepon maupun internet. Listrik pun padam," kata salah seorang warga Desa Tunbaun, Erasmus Siki kepada ANTARA, Minggu (11/4/2021).

Baca juga:  Pasca-gempa Jatim, BMKG: Waspadai Potensi Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Menurut dia, longsor yang menerjang sebagian desa itu telah menyebabkan 294 kepada keluarga kehilangan tempat tinggal, tetapi semua warga selamat karena sudah meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum terjadi longsor.

Baca juga:  Update Banjir Bandang di NTT dan NTB : 174 Meninggal & 48 Hilang

Dia mengatakan, warga desa berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman pada Sabtu 3 April 2021 setelah mendapat informasi dari Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan adanya banjir dan longsor.

"Kondisi terparah terjadi di Kampung Nefo yang dihuni lebih dari 400 jiwa karena puluhan rumah penduduk hilang tenggelam," katanya.

Banjir dan longsor yang terjadi di desa itu, selain menghancurkan rumah-rumah penduduk, tanaman petani yang sudah siap panen pun semuanya terbawa longsor.

Saat ini para korban masih ditampung di posko bencana Gereja Siloam serta sebagian lagi ditampung di rumah keluarga terdekat, kata warga lainnya Jems Fointuna.

"Sebagian warga desa ini sedang berada di penampungan. Mereka belum kembali ke desa. Hanya ada beberapa orang tua dan anak-anak," katanya.

Dia berharap, adanya uluran tangan dari para pihak untuk membantu meringankan beban para korban, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Camat Kupang Barat, Cornelis Nenoharan belum bisa dikonfirmasi karena jaringan telepon masih terganggu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini