JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di Blok C Pasar Minggu, Senin (12/4) diduga karena korsleting listrik. Dugaan itu diketahui dari saksi mata.
"Kebakaran diduga karena arus pendek atau korsleting listrik," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Helbert Pilder Lumba Gaol saat dikonfirmasi, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Pedagang Korban Kebakaran Pasar Inpres Rugi Puluhan hingga Ratusan Juta Rupiah
Helbert mengatakan, dugaan kebakaran karena arus pendek itu diketahui melalui keterangan saksi mata.
"Seorang pedagang melihat adanya api di salah satu tempat usaha, lalu memberitahukan pada pedagang lainnya, untuk melakukan pemadaman," kata dia.
Baca juga: Pedagang yang Terdampak Kebakaran di Blok C Pasar Minggu Akan Direlokasi
Sayang seribu sayang, usaha para pedagang Blok C itu tak membuahkan hasil. Si jago merah malah makin mengamuk. Mereka kemudian segera menghubungi petugas pemadam guna menjinakkan si jago merah.
Helbert menambahkan, kebakaran yang terjadi pada Senin (12/4) malam itu mengakibatkan 389 kios atau tempat usaha terbakar. Rinciannya, 268 di lantai basemen, 120 di lantai dasar, dan satu di lantai 1. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
"Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan Rp2 miliar," tutup Helbert.
(Awaludin)