Istri Korban Penembakan KKB: Suami Sempat Bicara Sudah Terkepung Lalu Telepon Mati

Jufri Tonapa, iNews · Kamis 15 April 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 340 2395033 istri-korban-penembakan-kkb-suami-sempat-bicara-sudah-terkepung-lalu-telepon-mati-ZcEqRBC3ns.jpg Dewi Gita istri Natan ceritakan pengalaman suaminya (Foto: iNews/Jufri Tonapa)

TORAJA UTARA - Yonathan Renden atau Natan (27) menjadi korban keganasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Alumni UKI Toraja jurusan Matematika itu tewas ditembak di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Jumat (9/4/2021) lalu.

Istri Yonathan, Dewi Gita Paliling (21) yang ditemui Minggu (11/4/2021) sore tak kuasa menahan tangis. Dewi menceritakan, sebelum kejadian, Yonathan sempat menghubungi dirinya lewat telefon.

Dewi panik lantaran Yonathan saat itu mengaku telah dikepung oleh KKB. Belum lama berbicara, Yonathan kemudian menutup telefon. Dewi makin panik dan mencoba menghubungi beberapa kerabat Yonathan namun juga tak menjawab.

"Ia (Yonathan) bilang kami sudah dikepung, tapi belum lama bicara telefon mati," ucap Dewi.

Beberapa saat kemudian, Dewi kembali menghubungi Yonathan. Namun yang mengangkat telefon bukan Yonathan, melainkan orang yang tidak dikenal.

"Saya telefon lagi tapi saat itu putus-putus, intinya bukan suara suami saya, yang angkat telefon tidak ku kenal," sambungnya.

Baca Juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Penembakan KKB, Hymne Guru Berkumandang

Kemudian, kepastian Yonathan meninggal diketahui Dewi melalui media sosial Facebook. Di mana sejumlah kerabat Yonathan membuat status ucapan duka.

"Dari Facebook, pas kubuka langsung beberapa teman kirim ucapan duka dan posting foto suamiku," lanjut Dewi bercerita.

Yonathan meninggalkan dua orang anak. Perempuan dan laki-laki. Anak pertamanya bernama Kirannuan berusia dua tahun. Kemudian bayi laki-lakinya yang masih berusia enam bulan bernama Arkana.

"Yang satu ini (Arkana) belum dilihat langsung oleh Yonathan, terakhir waktu masih dalam kandungan," ungkap Dewi sambil mengusap air matanya.

Saat melahirkan Arkana, sambung Dewi, kami komunikasi lewat video cal. Dikatakan, Yonathan merantau ke Papua kurang lebih tiga tahun. Terkahir Yonathan pulang ke Toraja pada awal 2019.

"Saat mau kembali ke Papua, ia bilang jaga anak kita dengan baik," pungkas Dewi.

Sebagai informasi, Yonathan merupakan salah satu guru di SMP 1 Beoga, Papua.

Selain Yonathan, satu warga Toraja lainnya menjadi korban penembakan KKB. Adalah Oktovianus Rayo (42) yang tewas ditembak KKB pada Kamis (8/4/2021).

Sehari-hari Oktovianus bertugas di SD Jambul, Distrik Beoga, sekitar tiga kilometer dari kampung Julugoma.

Informasi yang dihimpun, jenazah Oktovianus dan Yonathan tiba di Toraja pada Senin (12/4/2021) dini hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini