JAKARTA - Pegawai honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi Butar Butar dan rekan-rekannya mengaku sempat mendapat tekanan, atau intimidasi usai membongkar dugaan korupsi di instansinya. Sandi telah melaporkan dugaan sejumlah intimidasi itu ke kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution.
"Saudara Sandi dan teman-temannya banyak mendapatkan tekanan, video-video apa gitu, rekaman-rekaman sudah dibuka tadi, dan itu kita duga suruhan dari kepala dinas. Siapa kepala dinasnya?," ungkap Kuasa Hukum Sandi, Razman di kantornya, Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Kasus Damkar Depok, Pihak Sandi Duga Satu Sepatu Dikorupsi Rp500 Ribu
Sekadar informasi, Sandi Butar Butar membongkar sejumlah dugaan korupsi di tubuh Damkar Kota Depok kepada Razman Nasution. Dugaan korupsi itu meliputi pengadaan sepatu hingga Pakaian Dinas Lapangan (PDL) petugas Damkar Kota Depok.
Tak hanya itu, kepada Razman, Sandi juga membeberkan adanya dugaan pemotongan anggaran honor untuk para petugas Damkar Depok. Bahkan, Sandi mengaku telah melaporkan dugaan korupsi terkait pemotongan honor petugas Damkar itu ke Polres Depok.
Baca juga: Dugaan Korupsi Damkar Depok: Mulai Mark Up Sepatu hingga Pakaian Dinas
"Saudara Sandi sudah melaporkan tentang dugaan penggelapan atau penyalahgunaan dalam jabatan, pemotongan dana anggaran honor itu sudah dilaporkan ke Polres Depok," beber Razman.
"Sedangkan saudara Feri terkait dengan pengadaan sepatu, itu sudah dilaporkan ke Kejari Depok. Kedua kasus ini sedang bergulir," imbuhnya
Razman meminta agar Kejari maupun Polres Metro Depok mengusut dugaan korupsi di tubuh Damkar tersebut. Sebab, kata Razman, ada dugaan pejabat tinggi di Kota Depok terlibat dalam korupsi di instansi Damkar.
"Yang paling penting adalah, dalam kasus ini kami minta agar kejaksaan negeri dibawah pengawasan jaksa agung, kapolres Kota Depok, dibawah pengawasan kapolda, dan kapolri, untuk mengusut tuntas kasus ini," ungkap Razman.
"Karena dari rangakaian cerita saudara Sandi kepada kami, kami menduga, ini melibatkan orang tertinggi di Kota Depok, dan kalau ini terjadi maka kami berharap, pimpinan tertinggi dimaksud, periksa wali kota Depok," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.