Bupati Puncak Papua Tantang KKB: Kalau Mau Perang Lawan TNI-Polri, Itu Baru Laki-Laki!

Tim Okezone, Okezone · Kamis 22 April 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 340 2398773 bupati-puncak-papua-tantang-kkb-kalau-mau-perang-lawan-tni-polri-itu-baru-laki-laki-dTxRroyRnJ.jpeg Bupati Puncak, Willem Wandik. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Bupati Puncak Willem Wandik mengungkapkan kegeramannya atas aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang makin brutal menyerang masyarakat. Dia lantas menantang KKB untuk berperang secara terbuka dengan TNI-Polri. 

Bupati juga menganggap tindakan KKB adalah pengecut. Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai, dan jika ingin berperang pun hanya melibatkan lawan yang sepadan. Jika KKB bersenjata, maka lawannya adalah TNI-Polri, bukan masyarakat tidak berdaya seperti guru, anak SMA dan tukang ojek

“Kalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat undur dan kalian berperang melawan TNI-Polri, itu baru laki-laki, jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban,” ujarnya saat pertemuan membahas kondisi keamanan di Kabupaten Puncak, Selasa 20 April 2021, di Aula Negelar Pemda Puncak.

Baca juga: Ayah Korban Penembakan: Saya Anggap KKB Itu Teroris

Dalam acara tersebut, Willem membahas tentang 20 target pembunuhan KKB dan meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta.

“Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, orang - orang itu siapa, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak disukai, itu baru saya bilang oke,” ucapnya.

Bupati yang adiknya sendiri telah menjadi korban kekejian KKB itu menggandeng TNI-Polri untuk menuntaskan masalah tersebut dan mendukung kinerja para jenderal yang hadir langsung di wilayah Beoga untuk mengejar KKB. 

Baca juga: OPM Targetkan Bunuh 19 Orang di Ilaga Papua, Pasukan TNI/Polri Gelar Patroli Kota

“Kejadian pembunuhan saudara saya atau masyarakat saya ini, membuat saya takut, kejadian ini sudah tidak benar, benar-benar membuat saya takut, karena ini sudah sangat-sangat tidak benar, dan apabila ada orang di balik kejadian ini yang membuat atau memerintahkan untuk membunuh anak ini, saya kutuk dengan tanah ini, saya kutuk kalian semua kelompok ini (KKB)!,” ucapnya geram.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Puncak Pelinus Balinal, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Ketua DPRD Kab. Puncak Lukius Newegalen, Pejabat Esalon II, III dan IV Pemda Puncak, Anggota DPRD Kab. Puncak, Pimpinan TNI / POLRI di Distrik Ilaga, tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat Kabupaten Puncak. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini