Perkosa 30 Anak dalam Seminggu, Pria Ini Akhirnya Ditangkap

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 23 April 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 18 2399538 perkosa-30-anak-dalam-seminggu-pria-ini-akhirnya-ditangkap-gLydbBLNiz.jpg Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak-anak (Foto: Istock)

MOZAMBIK - Pria berusia 28 tahun dilaporkan menargetkan anak-anak berusia antara enam hingga tujuh tahun di kota Chimoio di Provinsi Manica, Mozambik menjadi objek pelecehan seksual. Dia dituduh membujuk mereka dengan uang untuk melakukan hubungan seks.

Pemerkosa itu pun akhirnya ditahan polisi di Provinsi Manica, Mozambik. Pihak berwenang mengatakan dia diduga melakukan pelecehan seksua kepada anak-anak kecil pada pekan lalu di kota Chimoio.

Nation melaporkan Polisi Republik Mozambik (PRM) menuduh lelaki itu menargetkan anak-anak berusia antara enam dan tujuh tahun,

Polisi mengatakan dia memikat para korban dengan uang tunai dan melakukan hubungan seksual saat orang tua mereka bekerja di luar rumah.

(Baca juga: Covid-19 'Mengganas' di India, WNI Bercerita Soal Kasta Atas yang Boleh Langgar Prokes)

Statistik dari kepolisian menunjukkan provinsi itu mencatat rata-rata dua kasus pemerkosaan per minggu. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan di Mozambik, lebih dari 37% wanita di negara Afrika menderita kekerasan fisik dan seksual dalam hidup mereka.

Pelanggar seksual dapat dihukum penjara hingga 12 tahun jika terbukti bersalah. Tetapi para aktivis mengatakan hukuman itu terlalu ringan.

Menurut Nation, laporan yang kurang juga tetap menjadi masalah besar di negara ini, seperti halnya di tempat lain.

Di setiap kasus pelecehan seksual, para korban kekerasan seksual di Mozambik, atau wali mereka, harus mengajukan pengaduan resmi sebelum penyelidikan diluncurkan. Hal ini pun menuai kritik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah negara dan organisasi masyarakat sipil untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui Spotlight Initiative.

(Baca juga: Korsel Sampaikan Belasungkawa Atas Hilangnya KRI Nanggala-402, Siap Bantu Pencarian)

Diluncurkan dua tahun lalu, gerakan kampanye itu juga bertujuan untuk menghapus perkawinan anak dan mempromosikan masalah kesehatan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini