Owen, yang mengembangkan sistem penyelamatan kapal selam Australia, mengatakan KRI Nanggala 402 yang sedang dicari itu tidak dilengkapi kursi penyelamat di sekitar pintu keluar yang dirancang untuk penyelamatan bawah air. Ia mengatakan kapal selam penyelamat perlu membuat koneksi kedap air ke kapal selam yang rusak melalui rongga yang dihubungkan ke kursi penyelamat itu sehingga pintunya dapat dibuka tanpa kapal selam yang rusak dibanjiri air.
Pemerintah mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut, kapal-kapal selam, dan pesawat-pesawat udara sedang dikerahkan untuk mencari di daerah tempat kapal selam itu terakhir kali terdeteksi. Sebuah kapal survei hidrooseanografi yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi bawah air juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi di sekitar tumpahan minyak.
Kapal-kapal penyelamat dari Singapura dan Malaysia diharapkan tiba antara Sabtu (24/4) dan Senin (26/4). Indonesia mengatakan Australia, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Rusia, India, dan Turki juga telah menawarkan bantuan. Korea Selatan mengatakan juga menawarkan bantuan.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.