Berkah Ramadhan saat Pandemi, Petani Porang Desa Gemarang Dapat Rp5,2 M

Arief Wahyu, iNews · Sabtu 24 April 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 519 2400050 berkah-ramadhan-saat-pandemi-petani-porang-desa-gemarang-dapat-rp5-2-m-hbM8HvIagH.jpg Foto: istimewa

MADIUN - Para petani porang di Gemarang, Kabupaten Madiun, menuai berkah Ramadhan di masa pandemi Covid-19. Sekitar 200 petani porang di desa tersebut menerima kucuran dana yang jumlahnya mencapai Rp5,2 miliar.

Dana itu merupakan bantuan permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus petani dari salah satu Bank Pemerintah (BNI)

Menurut Kepala Desa Durenan, Purnomo mengatakan bahwa petani porang yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan permodalan melalui skema KUR awalnya berkisar 500 orang. Kemudian dilakukan verifikasi dan hanya sekitar 200 petani yang bisa mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah.

Purnomo mengatakan tanaman yang menjadi rebutan eksportir itu sudah ada di desanya sejak tahun 1990. Sayangnya para petani baru tertarik mengembangkannya pada tahun 2010. Bahkan sejak tiga tahun terakhir semakin banyak petani yang antusias untuk menanam tanaman jenis umbi-umbian itu.

Baca juga: Kementan: Tugas Kami Menjaga Produksi dan Kesejahteraan Petani

Total luas lahan yang dimiliki dua ratusan petani tersebut mencapai 350 hektare. Sebagian milik pribadi petani dan sebagian yang lain merupakan aset Perhutani. "Sekitar 200 hektare itu merupakan lahan pribadi pertani. Sedangkan 150 hektare merupakan lahan di kawasan hutan Perhutani,” kata Purnomo, Sabtu (24/4/2021).

Purnomo menjelaskan, kategori petani yang mendapatkan bantuan permodalan KUR adalah mereka yang sebelumnya sudah pernah menanam porang. Bantuan permodalan yang telah diserahkan Senin, 12 April itu nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman porang.

"Pinjamannya sesuai kebutuhan saja. Ini bertujuan supaya pinjaman ini digunakan sesuai dengan kebutuhan saja, tidak digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu Ahmed Noorsyam Hidayat, Perwakilan dari BNI Caruban menambahkan, bantuan KUR pertanian memiliki limit kredit maksimal Rp50 juta. Total petani di Desa Durenan yang akan menerima KUR pertanian sekitar 200 orang, dengan rata-rata pengambilan kredit antara Rp10 juta hingga Rp40 juta.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Turun, BPS Beberkan Penyebabnya

“Sebenarnya maksimal pengajuan Rp50 juta. Tetapi karena ini baru pertama kali, jadi kami batasi maksimal Rp40 juta dahulu,” ujarnya.

Menurut Ahmed, pinjaman modal ini tanpa agunan. Cara membayarnya pun menggunakan sistem dibayar saat panen, sehingga petani tidak perlu memikirkan pembayaran angsuran bulanan.

“Saat masa tanam, kami biaya. Kemudian saat panen, petani menghubungi kami untuk pelunasan. Bunganya juga seperti KUR yang lain, hanya 6% per tahun,” ungkap Ahmed.

Dia menambahkan, pihaknya menyalurkan KUR pertanian untuk Desa Durenan ini yang besarnya mencapai Rp5,2 miliar. Pada tahun lalu, pihaknya menyalurkan KUR pertanian untuk petani porang mencapai Rp23,059 miliar.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini