Di sisi lain, mantan Anggota Komisi I DPR RI itu menganggap, evaluasi lembaga pendidikan TNI juga harus dilakukan agar para perwira mendapat kesempatan menperoleh ilmu pengetahuan terkait teknologi alutsista yang mumpuni.
"Scholar Warrior (perwira/prajurit akademik) harus semakin banyak di TNI. Komandan KRI Nanggala Letkol TNI (laut) Heri Oktavian lulusan NTU Singapore dan Sesko nya di Jerman. Sedih sekali harus jadi anumerta diusia muda. Evaluasi Alutsista penting agar tak semakin banyak putra terbaik bangsa menjadi anumerta pada usia muda," ungkap Nuning.
Ia melihat seharusnya Perkiraan Keadaan (Kirka) Kapal Selam Nanggala-402 sebelum berangkat harus digunakan pertimbangan berangkat atau tidak. "Persiapan latihan perang harus matang dulu persiapan memakan waktu 2 bulan, lah ini hanya seminggu kan tidak paripurna. Persiapan latihan perang mencakup alutsista, kesiapan pengawak alutsista dan lain-lain," kata Nuning.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.