Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR: Penyelesaian KKB Papua Harus Lewat Dialog dan Rekonsiliasi

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 28 April 2021 |08:12 WIB
 DPR: Penyelesaian KKB Papua Harus Lewat Dialog dan Rekonsiliasi
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua (foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - Anggota DPR asal Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan bahwa penyelesaian masalah kekerasan di Papua harus melalui jalan dialog dan rekonsiliasi. Beberapa tokoh di Papua yang sempat ditemuinya juga sangat berharap dialog akan menuntaskan permasalahan ini.

Yan pun mencontohkan, keberhasilan upaya dialog dan rekonsiliasi dengan GAM yang dilakukan pemerintah di Aceh.

"Kalau di Aceh berhasil, kenapa di Papua tidak dilakukan pola yang sama. Saya pikir, semua kekacauan ini akan tuntas jika pola itu dilakukan kembali. Saya yakin, mereka yang ada di hutan-hutan dan gunung-gunung akan turun meletakkan senjatanya, menyerahkan diri jika dibuka ruang dialog yang baik untuk semua," kata Yan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Baca juga:  Teror KKB Kembali Terjadi, 27 Warga Beoga Kembali Dievakuasi ke Timika

"Dalam dialog itu, semua pihak terutama KKB akan menyepakati untuk tidak lagi melakukan aksi teror yang meresahkan masyarakat. Tinggal semua memiliki keinginan kuat dengan hati terbuka untuk melakukannya," sambungnya.

Baca juga:  Membelot, Eks Prajurit TNI Jadi Komandan Lapangan TPNPB

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, pada dasarnya masyarakat Papua tidak menginginkan kekerasan ini terus berlanjut dan tidak berkesudahan. Yang dikhawatirkan adalah, kekerasan ini akan berlanjut ke generasi-generasi selanjutnya.

"Inilah pentingnya dialog. Karena dialog yang baik dan mengakomodir semua pihak akan merubah pola pikir pelaku kekerasan. Jika pola pikir sudah berubah, maka selanjutnya karakter dan perilaku akan mudah sekali dibentuk," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement