Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Sebut Ada 18,9 Juta Orang yang Masih Mau Mudik Lebaran

Dita Angga R , Jurnalis-Kamis, 29 April 2021 |09:34 WIB
Jokowi Sebut Ada 18,9 Juta Orang yang Masih Mau Mudik Lebaran
Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar para kepala daerah berhati-hati dengan adanya mudik lebaran lantaran bisa meningkatkan angka penularan Covid-19. Namun, kata Jokowi, masih ada 18,9 juta orang yang masih ingin mudik lebaran tahun ini.

“Jadi sekali lagi hati-hati dengan mudik lebaran, hati-hati. Hati-hati. Cek, kendalikan dan pengaturan yang mudik itu sangat penting sekali,” katanya dalam pengarahannya kepada kepala daerah se-Indonesia yang dikutip dari akun Youtube Setpres, Kamis (19/4/2021).

Dia mengatakan bahwa adanya larangan mudik sebenarnya telah cukup menekan angka mudik. Dia menyebutkan sebelum ada larangan mudik, masih ada 89 juta atau 33% dari penduduk Indonesia yang akan mudik lebaran.

Namun setelah adanya larangan mudik turun menjadi 11% atau 29 juta orang yang akan mudik.

“Begitu kita sosialisasi, kita sampaikan. Gubernur, bupati, walikota juga menyampaikan mengenai larangan mudik turun menjadi 7%. Tapi angkanya juga masih besar Hati-hati 18,9 juta orang yang masih akan mudik,” ungkapnya.

Baca Juga : Ada Penyekatan Berlapis saat Masuk ke Yogyakarta

Jokowi pun meminta agar larangan tersebut terus disampaikan agar angka masyarakat yang ingin mudik bisa terus berkurang.

“Yang paling penting kita menekankan sekali lagi disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan. Kuncinya ada disitu. Kunci ada disitu disiplinkan masyarakat secara ketat melalui protokol kesehatan,” ujarnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement