JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD membantah anggapan bahwa dialog terkait Papua sulit dilakukan. Menurut Mahfud, dialog terus dilakukan, berbagai tokoh dari Papua datang ke Jakarta untuk berdiskusi dengan pihaknya.
Dalam konfrensi persnya, Mahfud MD menyatakan bahwa tindakan kekerasan dan gerakan separatis yang terjadi di Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dianggap sebagai tindakan teroris. Hal itu mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2018.
Baca juga: Mahfud MD: 92% Warga Papua Pro-Indonesia, Hanya Segelintir Orang Pemberontak
“Siapa bilang sulit dilakukan? Kita dialog terus, tokoh Papua datang ke sini, pimpinan daerah ke sini, tokoh adat ke sini, tokoh gereja ke sini dan mereka minta Papua dibangun lebih komprehensif, mereka tetap menolak tindakan separatis,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).
Mahfud lantas menyebutkan, berdasarkan hasil survei, 92 persen masyarakat Papua pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menyebut hanya segelintir orang yang melakukan pemberontakan sembunyi-sembunyi atau gerakan separatis.