Tim Gabungan Diterjunkan Evakuasi Korban Longsor di Tapsel

Antara, · Jum'at 30 April 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 340 2403337 tim-gabungan-diterjunkan-evakuasi-korban-longsor-di-tapsel-JsbWqBVaDU.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

TAPSEL - Proses evakuasi korban tertimbun tanah longsor di lokasi proyek pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara terus dilakukan 70 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, aparat kecamatan, dan pengawas perusahaan.

"Dari TNI ada 25 orang, Polri 25 orang, BPBD Tapsel 10 orang, Kecamatan 10 orang tambah pengawasan perusahaan," kata Communication and Extrrnal Affair Director PT Norrth Sumatera Hydro Energy (NSHE), Ir Firman Taufick, dalam keterangannya, di Sipirok, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga:  Tebing 50 Meter Longsor, 12 Orang di Tapanuli Selatan Tertimbun

Dijelaskan, lokasi longsor di Proyek Pembangunan PLTA Batang Toru Jalan R17 K4+100 Brigade 6 pada Kamis 29 April 2021 sekira pukul 18.20 WIB bersamaan hujan sejak pukul 14.00 WIB.

Dengan duka mendalam, Taufick menceritakan awalnya karyawan K3 Sinohydro bernama Dolan Sitompul menemani dua karyawan Sinohydro (warga asing) bernama Long Quan dan Xie ke lokasi kejadian menggunakan mobil dobel cabin.

Saat karyawan itu sedang melakukan pengecekan dan mendokumentasikan banjir lumpur setinggi 50 cm akibat guyuran hujan, tiba-tiba terjadi bencana dan menggulung mereka.

"Xie yang ada dalam mobil meloncat dan berhasil lolos dari maut setelah menyadari adanya longsor. Lalu lari menyelamatkan diri. Ling Quan dan Dolan tergulung longsor," katanya.

Sesaat itu pula tanah longsor meluncur dan menyapu sebuah kedai kopi milik Anius Waruwu yang tepat berada di bawahnya. Sampai saat ini tim teknis lapangan terus melakukan pencarian terhadap korban untuk di evakuasi.

"Kami berharap proses pencarian korban bisa berjalan lancar. Pihak perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin. Karena tadi malam tidak memungkinkan karena medannya berat. Makanya mulai pagi ini," katanya.

Baca Juga:  Tebing Longsor di Lempongsari Semarang, Warga Teriak Allahu Akbar!

Berbagai peralatan pencarian korban termasuk ambulance juga disiapkan. "Posko di R 17 juga sudah didirikan. Masyarakat tidak bebas masuk kelokasi kejadian, soalnya rawan," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan diduga 12 orang hilang tertimbun bencana tanah longsor di areal kerja PLTA Batang Toru akibat hujan deras.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini