Sandingkan Foto Peluncuran Roket dengan Kremasi Korban Covid-19 di India, Posting-an Ini Tuai Kemarahan

Susi Susanti, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404561 sandingkan-foto-peluncuran-roket-dengan-kremasi-korban-covid-19-di-india-postingan-ini-tuai-kemarahan-XQo4veVtfi.jpg Posting-an di medsos yang menyandingkan peluncuran roket di China dengan kremasi korban virus Covid-19 di India (Foto: Sina Weibo)

CHINA - Sebuah posting-an media sosial (medsos) dari akun yang terkait dengan Partai Komunis China telah memicu kontroversi dan kemarahan karena dianggap mengejek India atas krisis pandemi virus Covid-19 yang terjadi di sana.

Unggahan di situs Tiongkok, Weibo, menunjukkan gambar peluncuran roket di China disandingkan dengan foto jenazah korban Covid-19 yang dikremasi di India.

Postingan itu bertuliskan, “Menyalakan api di Cina VS menyalakan api di India."

Postingan yang muncul pada Sabtu (1/5) sore itu telah dihapus. Postingan ini dilaporkan diterbitkan oleh akun milik badan penegak hukum resmi China - Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat Partai Komunis - yang memiliki jutaan pengikut di Weibo, situs microblogging populer di negara itu.

Pengguna yang menanggapi posting tersebut, yang kemudian dibagikan menggunakan screenshot aslinya, menulis bahwa itu "tidak pantas" dan menegaskan China "harus mengungkapkan simpati untuk India".

(Baca juga: Afrika Selatan Larang Pembiakan Singa agar Wisatawan Bisa Membelai Anaknya)

"Pegang tinggi panji-panji kemanusiaan saat ini, tunjukkan simpati untuk India, dan tempatkan dengan tegas masyarakat China pada landasan moral yang tinggi,” tulis Hu Xijin, editor-in-chief outlet media China Global Times.

Unggahan Weibo muncul sehari setelah Presiden China Xi Jinping mengirim pesan belasungkawa kepada Perdana Menteri India Narendra Modi atas krisis Covid-19 yang semakin mendalam di negara itu.

Xi mengatakan China bersedia untuk meningkatkan kerja sama dengan India dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Diketahui, India sedang berjuang untuk mengatasi gelombang kedua virus korona yang menghancurkan. Rumah sakit di sana juga berjuang untuk merawat pasien di tengah kekurangan tempat tidur dan oksigen medis yang kronis.

(Baca juga: Dukun Ini Klaim Bisa Sembuhkan Covid-19 Tanpa Obat dan Vaksin)

Pada Minggu (2/3), India mencatat jumlah kematian akibat virus korona harian 3.689 - tertinggi sejak pandemi dimulai. Itu terjadi sehari setelah negara itu menjadi yang pertama mencatat lebih dari 400.000 kasus baru dalam periode 24 jam.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini