Polisi Tangkap Wanita Misterius Pengirim Takjil Bersianida

MNC Portal, · Senin 03 Mei 2021 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 510 2404626 polisi-tangkap-wanita-misterius-pengirim-takjil-bersianida-hYSrzd7bIC.jpg Foto:Ist

BANTUL – Polisi berhasil mengamankan perempuan pengirim makanan takjil beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (9) warga Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Korban merupakan anak dari driver ojol Bandiman, yang mengirim paket takjil tersebut kepada Tomi warga Perumahan Bukit Asri, No FF01, Sembungan, Bangunjiwo Kapanewon Kasihan, Bantul.

(Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Perempuan Pengirim Takjil Beracun Tewaskan Anak Driver Ojol)

Informasi yang dihimpun MNC Portal, Senin (3/5/2021) Polisi akan merilis penangankapan tersebut sekira pukul 11.00 WIB.

(Baca juga: Driver Ojol Ungkap Ciri-Ciri Pengirim Makanan Penyebab Anaknya Tewas, Polisi Temukan Kejanggalan)

Terungkapnya kasus tersebut berkat pendalaman dari saksi-saksi dan alat pendukung lain seperti rekaman CCTV ketika memberikan order takjil kepada Bandiman.

Dalam mengungkap takjil maut itu, Polres Bantul juga bekerja sama dengan Polresta Yogyakarta, mengingat peristiwa itu terjadi di wilayah Kota Yogyakarta.

Hasil uji laboratorium sampel bumbu sate ayam dan lontong diketahui mengandung racun jenis C yang diduga disantap korban. Sebagaimana diketahui, peristiwa yang menimpa siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Karangkajen 4 terjadi Minggu lalu ketika menyantap sate beracun yang diberikan seorang perempuan tidak dikenal.

“Hasilnya positif, makanan yang disantap mengandung racun jenis C. Racunnya ditemukan dalam bumbu sate ayam yang di makan korban. Intinya pada bumbunya,” Kasat Reskrim Polres Bantul, Polda DIY, AKP Ngadi SH beberapa waktu.

Sejauh ini polisi belum membeberkan secara terbuka racun jenis C tersebut. Bahkan ketika wartawan tanya apakah racun jenis C merupakan Sianida, Ngadi tersenyum.

Menurut Ngadi, racun jenis C cukup mudah didapatkan. Racun jenis ini terdapat pada apotas dan juga obat tikus. Sedang jenisnya ada cair dan padat.

Polres Bantul bakal segera berkoordinasi dengan laboratorium untuk mengirimkan hasil sebagai bahan penyidikan. Termasuk kemungkinan bedah makam korban.

Penyidik juga sudah meminta keterangan dari Tomi dan istrinya penerima paket takjil secara lisan. Sebelumnya kedua orangtua dan kakak korban sudah dimintai keterangan. “Khusus saksi Tomi baru kita periksa secara lisan, nanti akan kita panggil untuk memberikan keterangan tatap muka di Polres,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Bandiman bertemu perempuan tersebut di depan Masjid Nurul Islam, Jalan Gayam Umbulharjo.

Saat itu, perempuan tersebut meminta dirinya mengantarkan paket makanan takjil secara offline. Paket makanan itu terdiri atas satu bungkus lontong sate ayam dan satu bungkus snack. Makanan itu dikirim ke rumah Tomi di Villa Bukitasri No FF01, Sembungan, Kasihan, Bantul, pada Minggu (25/4/2021) sore.

Menurut Bandiman, perempuan itu tidak memesan secara online karena tak punya aplikasi. Wanita itu juga memberi ongkos Rp30.000, meski Bandiman hanya meminta Rp25.000.

"Mbaknya terus memberikan nomor telefon Pak Tomi. Kalau ditanya dari mana? Bilang saja dari Pak Hamid, dari Pakualaman," paparnya

Saat sampai di lokasi yang dituju, Bandiman mengaku menghubungi Tomi. Tapi, kata Tomi bilang tidak punya teman Hamid. Ibunya juga tak kenal Hamid. "Terus ibunya minta agar paket untuk saya saja. Terus saya bawa pulang," lanjutnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini