Kembali Berulah, Begini Kronologi KKB Bakar Puskesmas & Sekolah di Ilaga Papua

Riezky Maulana, iNews · Selasa 04 Mei 2021 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 340 2405676 kembali-berulah-begini-kronologi-kkb-bakar-puskesmas-sekolah-di-ilaga-papua-BwnwnjL8Xx.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak henti-hentinya menebar teror kepada masyarakat Papua. Telah terjadi pembakaran gedung puskesmas, sekolah dan perusakan sejumlah fasilitas jalan di Ilaga, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, fasilitas yang dirusak yakni lima ruang kelas SD Mayubwri, rumah dinas guru, gedung rumah puskesmas lama yang di unakan masyarakat sebagai kios sementara.

Sementara itu, fasilitas jalan yang rusak antara lain Jembatan Kimak Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni Pintu Angin.

Kejadian ini bermula sekira pukul 11.30 WIT, Kepala Distrik Ilaga Utara, Joni Elatotagam melaporkan bahwa telah terjadi pembakaran pada Minggu (2/5/2021) malam.

Baca juga: KKB Dikatagorikan Teroris, Polisi: Masyarakat Papua Tak Perlu Khawatir

"Pada saat berada di Kampung Uloni Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, melihat kumpulan asap hitam tebal yang berasal dari Kampung Mayuberi sekitar Pukul 23.00 WIT," tuturnya melalui keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Kemudian, Joni Elatotagam kembali mendapat telefon dari saksi kedua bahwa Gedung SD Mayuberi telah dibakar oleh KKB. Menurut dia, Joni Elatotagam langsung mengambil langkah, yakni pada hari Senin 3 Mei 2021, mendatangi Polres Puncak untuk melaporkan hal tersebut.

"Joni Elatotagam manyampaikan bahwa ada tiga titik yaitu Jalan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni Pintu Angin yang dirusak oleh pihak KKB. Selain itu informasi yang didapati bahwa jalan tersebut digali dengan kedalaman 25-40 sentimeter," ungkapnya.

Baca juga: Korps Marinir Bantah Denjaka Dikerahkan ke Papua Tumpas KKB

Kamal menjelaskan, berdasar pemaparan Joni, perusakan bertepatan dengan waktu pembakaran gedung puskesmas dan gedung SD Nayuberi. Dilaporkan banyak simpatisan KKB yang membantu pembakaran gedung dan perusakan fasilitas jalan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok.

"Saat kelompok pertama melakukan pembakaran puskesmas dan dilanjutkan membakar SD Mayuberi, kelompok lain bertugas merusak tiga titik jalan dan kelompok yang bersenjata berada di pinggir jalan mengamankan simpatisan yang bekerja merusak fasilitas umum tersebut," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini