Polisi Gerebek Kegiatan Tambang Emas Ilegal

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Kamis 06 Mei 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 340 2406743 polisi-gerebek-kegiatan-tambang-emas-ilegal-TCMmV3bdNW.jpg Polisi gerebek tambang ilegal (foto: ist)

 

PEKANBARU - Tim Ditreskrimum Polda Riau dibantu satu kompi personel Brimob melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana Penambangan Rmas Tanpa Izin (PETI). Penggerebekan ini digelar di Desa Marsawa, areal Perkebunan PT. Citra Plasma, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing.

"Iya benar. Untuk proses selanjutnya ditangani oleh Polres Kuansing," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, Kamis (6/5/2021).

Pengerebekan aktivitas penambangan emas ilegal berbekal Surat Perintah Tugas Nomor Sp. Gas/79/V/RES.1.24./2021 tanggal 4 Mei 2021. Saat dilakukan penggerebekan mereka sedang beroperasi melakukan penambangan liar.

Baca juga:  Polisi Dalami Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus Tambang Ilegal di Bengkulu

Dalam penggerebekan di areal perkebunan Perusahaan PT Citra Plasma di Kecamatan Sentajo petugas mengamankan sebanyak 11 orang pelaku. Mereka adalah SK, DP, NG, FZ, SW, SL, KH, SR, SG, WD dan KD.

"Dalam penertiban PETI, tim mengamankan barang bukti berupa 30 set mesin alat penambangan emas, 25 unit kendaraan roda dua, 20 buah selang gabang, 20 buah tenda lapangan, enam unit mesin penyedot merk Tianli, air raksa, pipa sedot air, delapan paralon, tujuh buah karpet, dua unit keong mesin dan dua unit mesin Robin," tambah Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto.

 Baca juga: Longsor Muara Enim Tewaskan 11 Orang, Gubernur Sumsel Tutup Semua Tambang Ilegal

Para pelaku akan dijerat Pasal 161 UU RI No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun denda Rp100 miliar.

“Pasal itu berbunyi setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan

Pengolahan dan atau Pemurnian, Pengembangan dan atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun," pungkas Narto.

Aktivis penambangan emas di Kabupaten Kuansing sudah sering terjadi dan sudah berlangsung lama. Sudah banyak korban jiwa berjatuhan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini