Total 2.400 Kendaraan yang Melintasi Cianjur Diputar Balik

Antara, · Senin 10 Mei 2021 02:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 525 2408150 total-2-400-kendaraan-yang-melintasi-cianjur-diputar-balik-EdrECglWP1.jpg (Foto : Antara)

CIANJUR - Sebanyak 2.400 kendaraan yang hendak mudik dipaksa putar balik oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga H-3 Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai, di Cianjur Minggu, mengatakan setiap harinya 1.500 kendaraan melintas di perbatasan Bogor-Cianjur, tepatnya di kawasan Puncak Pass, sehingga pengetatan pemeriksaan dilakukan petugas gabungan sesuai dengan larangan mudik dari pemerintah.

"Selama tiga hari terakhir, sekitar 6.000 kendaraan menjalani pemeriksaan di kawasan Puncak, 2.400 kendaraan dengan tujuan mudik kami kembalikan ke daerah asalnya karena tidak mengantongi surat keterangan bebas COVID-19 atau tidak dibekali SIKM," katanya Minggu 9 Mei 2021.

Penyekatan di perbatasan Cianjur dengan kabupaten lain, ujar dia, terus diperketat seiring tingginya volume kendaraan memasuki H-2 Lebaran terutama malam dan dini hari, dengan penyekatan dilakukan 24 jam dalam tiga kali penggantian petugas, sehingga tidak ada celah bagi pemudik untuk lolos.

"Larangan mudik bukan menghalangi warga untuk bersilaturahmi, namun ini kepedulian pemerintah pada warganya karena pandemi masih berlangsung, lebih baik tunda mudik kalau kita sayang keluarga," tuturnya.

Sedangkan selama penyekatan dan larangan mudik, pihaknya telah mengamankan lebih dari 50 unit travel gelap yang tetap beroperasi setelah larangan mudik diberlakukan. Sebagian besar memanfaatkan jam genting untuk melintas di jalur utama Cianjur.

Baca Juga : Ribuan Pemotor Lawan Arus, Polisi Peringatkan Pengendara Diduga Provokator

Namun dengan penerapan penyekatan rangkap di sejumlah titik, termasuk jajaran polsek, melakukan penyekatan pada jam-jam tertentu membuat travel gelap yang juga kerap menggunakan jalur tikus dapat diamankan dan diberikan tindakan tegas tilang dan penahanan kendaraan.

"Bakan kami juga mengembalikan bus jurusan Cianjur-Kampung Rambutan, karena membawa puluhan penumpang dengan tujuan mudik yang tidak dapat menunjukkan surat bebas COVID-19. Berbagai upaya dilakukan pemudik agar dapat lolos dari pemeriksaan," kata Rifai.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini