Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Dani Dapat Bantuan dari Ridwan Kamil

Arif Budianto, Koran SI · Senin 10 Mei 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 525 2408364 mudik-jalan-kaki-dari-gombong-ke-bandung-dani-dapat-bantuan-dari-ridwan-kamil-KeeRJIgXGj.jpg Pemudik jalan kaki dari Gombong ke Bandung dapat bantuan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Ist)

BANDUNG - Kisah Dani dan Masitoh mudik jalan kaki dari Gombong, Jawa Tengah, ke Bandung, Jawa Barat viral di media sosial. Dani dan keluarganya mudik jalan kaki karena keterbatasan dana. Saat ini keduanya telah tiba di Bandung dan sedang menjalani isolasi mandiri.

Banyak pihak yang empati atas kisah hidup mereka yang berjuang bersama, sedih senang ditanggung bersama. Bahkan, mereka rela berjuang pulang kampung dengan jalan kaki untuk sampai kampung halamannya. Empati itu salah satunya juga datang dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Melalui akun Instagram @jabarquickreaponse, mereka mengupload kepedulian Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan bantuan kepada keluarga Dani. Bantuan diberikan pada Minggu (9/5/2021) malam. Tim langsung mendatangi ke rumah mereka yang terbilang cukup miris.

Dikutip dari @jabarquickreaponse, penyerahan bantuan dilakukan bersama Baznas Jabar dan pihak desa setempat. Bantuan tersebut kemudian akan digunakan untuk mengontrak rumah dan biaya hidup sehari-hari. Biaya itu juga akan dipakai untuk modal bekerja agar kedua anaknya bisa kembali tidur nyaman di kampung halaman.

Menurut Dani, sebelum pandemi dia bersama keluarga kecilnya menjalani hidup normal sebagai penjahit. Namun, badai corona menghempas industri konveksi. Dani pun kehilangan pekerjaan.

Baca Juga : Jebol Pos Penyekatan di Bekasi, Pemudik Padati Jalur Pantura Tegal

“Daripada mati kelaparan akhirnya kami memilih hidup di jalan sambil saya mencari pekerjaan," kata Dani.

Saat perjalanan pulang itu, dia hidup berpindah-pindah, "Biasanya kami tidur di masjid atau pom bensin,” tuturnya.

Namun, selama perjalanan itu, dia mengaku tidak meminta-minta. Namun syukurnya banyak orang dermawan yang menawarkan tumpangan dan memberi bantuan. Terakhir, dia diantar oleh mobil dari Ciawi hingga Cileunyi. Setelah itu berjalan hingga Soreang.

"Ya begitulah berumah tangga, susah senang ditanggung bersama. Kami bertahan hidup harus makan dan lainnya, tak bisa jika hanya berdiam di dalam rumah, ya kami memilih jalan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini