TNI dan Bea Cukai Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja di Perbatasan Papua Nugini

Riezky Maulana, iNews · Rabu 12 Mei 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 340 2409529 tni-dan-bea-cukai-gagalkan-upaya-penyelundupan-ganja-di-perbatasan-papua-nugini-W0LkjJlb19.jpg Penyelundupan ganja di perbatasan RI-Papua Nugini digagalkan petugas (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Pitewi bekerjasama dengan personel Bea Cukai berhasil upaya penyelundupan ganja kering seberat 800 gram. Hal itu terjadi ketika kegiatan Sweeping yang digelar di jalan Lintas Pitewi menuju kp Kriko di depan Pos Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani menuturkan, dalam kegiatan ini pihak TNI dan Beacukai menerjunkan 11 personel, yang terdiri dari delapan prajurit TNI dan empat orang dari dinas Bea Cukai.

"Kegiatan ini berhasil menggagalkan penyelundupan 11 kantong plastik paket besar ganja kering seberat 800 gram,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Erfani menjelaskan, pelaku ditangkap saat melintas di depan pos dengan menggunakan kendaraan roda dua Honda Beat warna putih. Dari tangan pelaku ditemukan 11 bungkus daun ganja kering terdiri dari delapan bungkus menggunakan plastik warna bening dan tiga bungkus plastik warna hitam yang disimpan di kap bagian bawah motor.

"Saat ini satu orang pelaku dan barang bukti 11 paket ganja 800 gram, uang tunai Rp170 ribu, dua buah korek api, satu motor, satu karung daun singkong, satu karung singkong dan satu karung sagu basah sudah diserahkan kepada pihak berwenang,” katanya.

"Dari keterangan pelaku rencana ganja tersebut akan dijual kembali di wilayah Apepura, kota Jayapura," imbuhnya.

Baca Juga : H-1 Lebaran, Kapolri Tinjau Bandara Soekarno-Hatta

Dia menegaskan, dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, Satgas rutin menggelar kegiatan sweeping. Hal ini bertujuan untuk mencegah peredaran dan keluar masuknya barang-barang ilegal di wilayah Jayapura.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini