Israel Posting Video Propaganda untuk Dapatkan Simpati Barat

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 15 Mei 2021 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 18 2410349 israel-posting-video-propaganda-untuk-dapatkan-simpati-barat-FVFxqQ6VDA.jpg Foto: Istimewa

TEL AVIV - Tentara Israel memposting video propaganda yang ditujukan untuk mengemis simpati dari orang-orang Barat melalui Twitter.

Video “Israel Under Attack” tersebut mengklaim Israel tengah menjadi korban penyerangan dengan membanding jika serangan tersebut ditujukan ke London, Paris, hingga Washington.

"Bagaimana jika itu Washington, Paris, London?" video itu bertanya kepada para penonton, Sabtu (15/5/2021).

Dalam postingan itu juga disertai dengan musik dramatis, dan cuplikan kerusuhan di Ashkelon, Tel Aviv, Yerusalem, Yehud, dan "seluruh Israel" yang "diserang".

Ketegangan berkobar di Yerusalem setelah pengusiran paksa oleh Israel terhadap keluarga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur, Sheikh Jarrah.

Pengusiran paksa disertai kekerasan itu diakui pejabat Israel sebagai upaya untuk "melestarikan identitas Yahudi di Yerusalem". Pemukim ekstremis berbaris di penjuru kota Yerusalem pada "Hari Yerusalem" untuk merayakan pendudukan Yerusalem tahun 1967 oleh pasukan Israel.

Baca juga: Minggu Ini, DK PBB Akan Bahas Konflik Israel dan Palestina

Para pemukim Yahudi itu meneriakkan slogan-slogan seperti "kematian bagi orang Arab". Tentara Israel kemudian meluncurkan serangan brutal ke bagian dalam Masjid Al Aqsa di tengah umat Islam yang tengah beribadah sholat.

Tentara Israel melepaskan gas air mata dan granat kejut dalam aksi yang menodai kesucian Masjid Al Aqsa saat Ramadhan 1442 H itu.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat di Gaza, sejauh ini menewaskan 109 warga Palestina, dan melukai ratusan orang lainnya, termasuk 86 anak-anak, menurut data Al Jazeera.

Baca juga: Tak Akui Israel, Timnas Indonesia Pernah Tolak Main dan Lepas Kesempatan Masuk Piala Dunia

Hamas sebagai pembalasan telah meluncurkan ribuan roket ke wilayah Israel, yang sebagian besar telah dicegat sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome atau sistem Kubah Besi.

Hamas kemudian mengusulkan gencatan senjata yang ditolak Israel dengan mengatakan tidak akan menerima gencatan senjata apa pun sampai mencapai "tujuan militer pasti".

Geng-geng Yahudi sayap kanan ekstremis saat ini berkeliaran di jalan-jalan menyerang orang-orang Palestina. Kelompok Yahudi itu berpartisipasi dalam apa yang disebut "hukuman mati".

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini