Pengusiran paksa disertai kekerasan itu diakui pejabat Israel sebagai upaya untuk "melestarikan identitas Yahudi di Yerusalem". Pemukim ekstremis berbaris di penjuru kota Yerusalem pada "Hari Yerusalem" untuk merayakan pendudukan Yerusalem tahun 1967 oleh pasukan Israel.
Baca juga: Minggu Ini, DK PBB Akan Bahas Konflik Israel dan Palestina
Para pemukim Yahudi itu meneriakkan slogan-slogan seperti "kematian bagi orang Arab". Tentara Israel kemudian meluncurkan serangan brutal ke bagian dalam Masjid Al Aqsa di tengah umat Islam yang tengah beribadah sholat.
Tentara Israel melepaskan gas air mata dan granat kejut dalam aksi yang menodai kesucian Masjid Al Aqsa saat Ramadhan 1442 H itu.
Israel telah melancarkan serangan udara dan darat di Gaza, sejauh ini menewaskan 109 warga Palestina, dan melukai ratusan orang lainnya, termasuk 86 anak-anak, menurut data Al Jazeera.