Ungkapan Rindu Pahlawan Devisa Negara dari Bilik Karantina

Ali Masduki, Koran SI · Sabtu 15 Mei 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 519 2410327 ungkapan-rindu-pahlawan-devisa-negara-dari-bilik-karantina-pr2MpqDhpy.jpg Pekerja Migran Indonesia bersua dengan keluarga secara virtual dari bilik karantina (Foto: Ali Masduki)

SURABAYA - Pekerja Migran Indonesia (PMI) diwajibkan untuk melakukan karantina setibanya di Tanah Air. Pahlawan devisa negara itu harus melalui sejumlah protokol kesehatan (prokes) ketat guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Aturan ketat tersebut tak jarang mengakibatkan PMI tersebut terpaksa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran 2021 dari bilik karantina.

Mereka hanya bisa bersua dengan keluarga melalui daring atau fitur video call. Momen saling memaafkan itu pun terasa lebih sendu lantaran tak bisa bertatap muka secara langsung dengan keluarga.

Suasana saling memaafkan secara virtual itu terlihat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Di setiap bilik kamar, teras, hingga pelataran, para PMI nampak mengaktifkan fitur video call. Mereka saling bersahutan menyapa sanak keluarga.

Baca juga: Pulang ke Indonesia, 433 Pekerja Migran Positif Covid-19 di Batam

"Minal Aidin Walfaidzin mak. Sepurone (maafkan) belum bisa pulang. Masih tertahan di Asrama Haji. Ini saya sendirian dikamar, yang lain sudah pada pulang," sapa Lilis Widyaningrum dari kamar Asrama Haji Surabaya, Sabtu (15/5/2021).

Lilis merupakan satu diantara banyak PMI yang berlebaran dalam suasa karantina. PMI asal Singapura ini sudah tiga hari menanti surat keterangan negatif Covid-19 dan surat jalan untuk kembali ke daerahnya.

"Saya sejak Rabu (12/5) di sini. Teman-teman sekamar sudah pada keluar. Tinggal saya sendiri ini," ujarnya.

Baca juga: 4.092 Pekerja Migran Karantina di Asrama Haji Surabaya, 35 Positif Covid-19

Warga Mojokerto ini mengaku pulang ke Indonesia lantaran masa kontrak kerjanya sudah habis. Ia pun berharap segera mendapatkan surat keterangan agar bisa bertemu keluarga yang sudah dua tahun ini ditinggal merantau ke negeri orang.

"Saya nggak tahu, ini kok lama banget. Sampai sekarang juga nggak ada pemberitahuan," ucapnya.

Selain Lilis, masih banyak PMI yang akan pulang ke berbagai daerah juga terpaksa berlebaran di Karantina Asrama Haji Surabaya. Bahkan hingga hari ketiga Hari Raya Idul Fitri, PMI dari beberapa negara yang habis masa kontrak terus berdatangan.

Diketahui, bagi PMI yang telah dinyatakan negatif akan dikordinasikan dengan Pemprov dan pemda masing- masing serta dilengkapi surat keterangan negatif Covid-19 dan surat jalan untuk kembali ke daerahnya masing-masing.

Setiba di daerah mereka, PMI akan dikarantina di centra-shelter selama 3 hari. Setelah itu, PMI akan menjalani swab kedua, diikuti dengan PPKM Mikro selama 14 hari. Ini berlaku baik bagi PMI asal Jatim maupun Provinsi luar Jatim.

Sementara itu, sejak dimulainya karantina 28 April 2021 lalu, hingga Kamis 13 Mei 2021 tecatat 76 PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari total 8.188 PMI yang telah tiba di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, terdapat 359 PMI yang masih menjalani masa karantina aktif. Kedatangan PMI diperkirakan akan berlangsung hingga Juli 2021 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini