53.665 Kendaraan Diputarbalikan dalam 10 Hari Penyekatan di Jatim

Lukman Hakim, Koran SI · Minggu 16 Mei 2021 01:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 519 2410625 53-665-kendaraan-diputarbalikan-dalam-10-penyekatan-di-jatim-FCZxOvN9R9.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SURABAYA - Polda Jawa Timur (Jatim) telah memutarbalikkan 53.665 kendaraan dalam 10 hari larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Sebanyak sembilan titik perbatasan yang dilakukan penyekatan itu diantaranya, perbatasan gerbang Tol Ngawi - Solo, perbatasan Ngawi Mantingan - Sragen, perbatasan Tuban - Rembang, perbatasan Bojonegoro - Cepu, perbatasan Magetan - Karanganyar, perbatasan Pacitan Donorejo - Wonogiri, pelabuhan Ketapang Banyuwangi - Gilimanuk Bali, perbatasan Pacitan - Wonogiri dan perbatasan Ponorogo - Wonogiri

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa kendaraan yang telah diperiksa sebanyak 215.997 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang diputar balik sebanyak 53.665 unit dengan travel gelap yang diamankan sebanyak 19 armada.

"Sementara untuk swab antigen telah dilakukan pada sebanyak 3.197 orang. Dari total tersebut, terdapat 21 orang terkonfirmasi positif," kata Khofifah, Minggu (16/5/2021).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, kendaraan yang diminta putar balik karena tidak dapat menunjukkan persyaratan perjalanan. Selain itu, mereka juga terindikasi melakukan perjalanan mudik.

Baca juga: Penyekatan Larangan Mudik di Perbatasan Jatim Jadi 9 Titik, Berikut Lokasinya

"Saat melakukan perjalanan, kami kepada seluruh masyarakat untuk melengkapi diri dengan surat keterangan bebas COVID-19, surat tugas dari instansi dari tempat bekerja ataupun perusahaan. Sedangkan untuk pribadi, dilengkapi dengan surat keterangan dari RT-RW setempat," imbuhnya.

Baca juga: Viral Perempuan Bentak Petugas Tolak Diputarbalikkan: Saya Keluarganya Polisi

Terkait antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat wisata, pihaknya juga terus melakukan pengawasan ketat, termasuk meminta pengelola menerapkan protokol kesehatan ketat kepada pengunjung. "Pengunjung wajib mengenakan masker, kemudian mematuhi apa yang sudah ditetapkan pengelola," katanya.

Khusus bagi petugas di lapangan, pihaknya juga mengimbau agar melengkapi diri dengan thermogun, dan berkoordinasi dengan satgas. "Apabila ditemukan orang yang suhu badannya naik, supaya dilakukan tindak lanjut. Apabila nanti dites dan ternyata reaktif bisa ditindaklanjuti ke rumah sakit yang sudah dirujuk," katanya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini