Tabrak Penghalang Jalan, Polisi Israel Tembak Mati Pemuda Palestina

Susi Susanti, Koran SI · Senin 17 Mei 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 18 2410983 tabrak-penghalang-jalan-polisi-israel-tembak-mati-pemuda-palestina-Vzi6zNh9XZ.jpg Polisi Israel tembak mati pengemudi Palestina yang menabrak penghalang jalan (Foto: Reuters)

ISRAEL - Pasukan polisi Israel menembak mati seorang pengemudi Palestina yang menabrakkan mobilnya ke penghalang jalan polisi. Insiden ini melukai enam petugas, di lingkungan Yerusalem pada Minggu (16/5).

Insiden itu terjadi di Sheikh Jarrah, di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel, yang menjadi fokus kasus pengadilan beberapa keluarga Palestina dapat diusir dari rumah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Video yang diperoleh Reuters menunjukkan sebuah mobil membanting dengan kecepatan tinggi ke penghalang jalan dalam apa yang dikatakan polisi sebagai serangan yang disengaja. Polisi mengatakan petugas melepaskan tembakan, menewaskan pengemudi, yang namanya tidak segera dirilis.

Abu Ubaida, juru bicara kelompok militan Islam Hamas yang berkuasa di Gaza, memuji apa yang dia gambarkan sebagai 'operasi heroik dan berani' di Sheikh Jarrah.

Setelah malam tiba, polisi membawa derek mobil untuk memasang penghalang beton ke tempatnya, memblokir pintu masuk ke lokasi penggusuran potensial dan makam di dekatnya yang terkenal sebagai tempat pemakaman Simon yang Adil, seorang imam besar Yahudi kuno.

(Baca juga: Menlu China Kecewa AS Blokir Pernyataan DK PBB Soal Gaza)

Insiden ini terjadi ketika foto-foto mengejutkan menunjukkan anak-anak yang tewas ditarik dari reruntuhan rumah di Gaza setelah satu malam lagi serangan udara dalam konflik antara Israel dan Palestina.

Militer Israel tadi malam melanjutkan serangan di Jalur Gaza - sementara Hamas balas menembakkan roket - saat konflik terbaru memasuki hari ketujuh.

Menurut laporan, ahli medis Palestina Dr Moeen Alalool termasuk di antara mereka yang terbunuh oleh serangan Israel di Gaza.

Dr Alalool, konsultan ahli saraf, dilaporkan tewas bersama kelima anaknya.

(Baca juga: Menlu RI: Palestina Satu-satunya Negara yang Masih Dijajah)

Pada Minggu (16/5), petugas medis Israel mengatakan dua orang tewas dan lebih dari 150 terluka setelah pemutih runtuh di sinagoga Tepi Barat yang belum selesai dibangun.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini