Pertama, kata Pulung, mereka berhenti di sebuah masjid di daerah Cikampek. "Itu takmirnya welcome. Tapi tetap ada batasannya, ada ruangan yang tidak boleh masuk, dan di bagian luar boleh. Saya bawa matras kecil untuk tidur. Kedua di cirebon, di pom bensin yang ada musholanya, ada jualan makanan," ujarnya.
Ingin hemat, adalah alasan utama mereka menginap di masjid atau pom bensin. "Kalau saya ajak ke losmen sayang juga, lebih baik uangnya untuk mereka yang jualan makanan," kata dia.
Mudik dengan bersepeda kali ini adalah kedua kalinya bagi Pulung. Bedanya, mudik kali ini harus ditempuhnya di tengan pandemi Covid-19.
Lantas, apakah Pulung bersama empat rekannya melakukan tes swab antigen terlebih dulu sebelum mudik?
"Tidak, kami hanya secara lisan saja bersepakat dan menanyakan kabar masing-masing, bahwa semuanya dalam keadaan sehat. Karena sayang juga, tes swab sekian ratus ribu, ya mending dibagi-bagi di kampung. Dan kalau kuat sepedahan ratusan kilo meter, Inysa Allah sehat," kata Pulung.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.