Wow, Studi Terbaru Perkirakan Ada 50 Miliar Burung Liar di Dunia, Burung Pipit Sekitar 1,6 Miliar

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 18 Mei 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411676 wow-studi-terbaru-perkirakan-ada-50-miliar-burung-liar-di-dunia-burung-pipit-sekitar-1-6-miliar-IE7YkBY0Yb.jpg Ada sebanyak 50 miliar burung liar di dunia (Foto: Reuters)

AUSTRALIA - Pernahkah Anda mengira jika di dunia ada sebanyak 50 miliar burung liar? Bahkan burung pipit saja mencapai 1,6 miliar dari jumlah tersebut.

Dan tiga spesies lainnya - jalak Eropa, burung walet, dan burung camar paruh cincin - juga memiliki populasi melebihi satu miliar.

Namun, sebagian besar spesies burung langka, dengan sekitar satu dari sepuluh spesies hanya berjumlah kurang dari 5.000.

Tim di Universitas New South Wales di Sydney, Australia mengatakan “potret" populasi burung global ini akan membantu upaya konservasi untuk menyelamatkan burung dari kepunahan.

"Kita menghabiskan banyak waktu dan uang untuk menghitung spesies kita sendiri, tetapi kita benar-benar perlu memikirkan tentang bagaimana kita menghitung keanekaragaman hayati yang kita bagi di planet ini," kata peneliti studi Dr Corey Callaghan kepada BBC News.

(Baca juga: AS Beri Sanksi 16 Orang Rezim Militer Myanmar Terkait Kudeta, Properti dan Harta Kepemilikan Diblokir)

Menghitung jumlah burung di dunia adalah tugas yang kompleks, tanpa jawaban pasti.

Perkiraan kasar masa lalu telah menemukan 200 hingga 400 miliar burung yang diambil dari 10.000 hingga 13.000 spesies burung.

Para peneliti Australia menganalisis 9.700 spesies burung hidup (tidak termasuk semua burung domestik) menggunakan data yang dicatat oleh pengamat burung di database online, ebird, selama dekade terakhir.

Mereka menyempurnakan data menggunakan pemodelan dan informasi dari para ahli di lapangan untuk menghasilkan perkiraan yang lebih akurat.

Studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa kebanyakan burung ditemukan di belahan bumi utara. Yakni di Eropa, Asia utara, Afrika utara, sebagian Semenanjung Arab, dan Amerika Utara.

(Baca juga: Dinyatakan Bersalah, Seorang Pria Bunuh Diri di Ruang Sidang)

Sebaliknya, sangat sedikit burung yang ditemukan di Madagaskar dan Antartika.

"Data sains warga akan memainkan peran mendasar di masa depan dalam pemantauan keanekaragaman hayati," lanjut Dr Callaghan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini