Sejarah Panjang Konflik Palestina-Israel, Ada 4 Periode!

MNC Portal, · Rabu 19 Mei 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 18 2412498 sejarah-panjang-konflik-palestina-israel-ada-4-periode-bDWVSm8Fbk.jpg Konflik Israel dan Palestina (Foto: Reuters)

JAKARTA - Konflik Israel-Palestina memiliki sejarah panjang yang bisa dilihat dari berbagai sisi perspektif. Ada yang berpendapat konflik tersebut murni mengenai perebutan wilayah, namun ada juga yang menilai disebabkan keyakinan yang berbeda antara kedua bangsa yang berkonflik.

Terlepas dari masalah tersebut, jauh sebelum adanya konflik besar akhir-akhir ini yang banyak menyita perhatian, sebenarnya terdapat banyak konflik yang telah banyak menelan korban jiwa dari kedua belah pihak. Berikut rangkumannya:

- 1947 (Perang Arab-Israel)

 

Pada 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih untuk membagi wilayah yang diperebutkan menjadi tiga bagian; satu untuk orang Yahudi, satu untuk orang Arab, dan rezim perwalian internasional di Yerusalem.

Baca Juga:  Pekik Takbir Tandai Selamatnya Gadis Kecil dari Rentetan Bom Israel di Gaza

Orang-orang Arab tidak menerima kesepakatan itu, dan mengatakan bahwa PBB tidak punya hak untuk mengambil tanah mereka. Perang pun pecah.

Perang Arab-Israel pada 1948 yang berdarah membuat 700.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka–sebuah eksodus massal yang dikenal sebagai ‘Nakba‘, bahasa Arab untuk ‘malapetaka’.

- 1987-1993 (Intifada I)

Intifada adalah serangkaian berkelanjutan Palestina melalui protes dan kerusuhan di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan di dalam Israel. Protes itu menentang pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza. Intifada Pertama yang berlangsung 1987 hingga 1993 identik dengan mobilisasi populer, dan protes besar-besaran. Selama enam tahun Intifada Pertama, organisasi HAM asal Israel, B'Tselem mencatat 1.070 warga Palestina terbunuh, dengan 237 di antaranya anak-anak. Selain itu, 175.000 pengunjuk rasa Palestina juga ditahan oleh polisi Israel.

- 2000-2007 (Intifada II)

 

Tanggal 28 September 2000, politisi Israel Ariel Sharon mengunjungi Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Kunjungan ini dianggap sebagai penyulut aksi perlawanan Palestina, Intifada II. Dalam perundingan di Oslo, Norwegia tahun 1993, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina PLO menyepakati untuk mengakhiri konflik dengan damai.

Baca Juga:  Gempur Palestina dengan Senjata Canggih, Kekuatan Israel Masih Kalah Jauh dengan Indonesia

Juga pada musim gugur tahun 2000, di Oslo disepakati untuk mewujudkan Palestina yang dapat berdiri sendiri, meskipun belum berbentuk sebuah negara merdeka. Yang terjadi malah sebaliknya. Akhir bulan September tahun 2000 pecah perlawanan kedua Palestina yang dikenal dengan sebutan Intifada, di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Korban tewas dari militer dan sipil sepanjang konflik 2000-2007 diperkirakan 4.219 Palestina dan 1,024 Israel.

- 2021

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan belum akan mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama tujuh hari. Pengeboman Israel di Jalur Gaza memasuki hari ketujuh berturut-turut dengan serangan udara pada Minggu pagi yang menewaskan sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Sedangkan lebih dari 1.200 lainnya terluka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini