Texas Ekskusi Mati Napi Pertama Kalinya dalam Hampir Setahun

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 20 Mei 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 18 2412883 texas-ekskusi-mati-napi-pertama-kalinya-dalam-hampir-setahun-LzHaNjQZO8.jpg Narapidana Quintin Jones dieksekusi mati (Foto: CNN)

TEXASTexas, Amerika Serikat (AS) mengeksekusi mati narapidana untuk pertama kalinya dalam hampir setahun. Menurut juru bicara Departemen Kehakiman Texas Jeremy Desel, Quintin Jones dieksekusi dengan suntikan mematikan di Penjara Negara Bagian Texas di Huntsville pada Rabu (19/5) malam.

Menurut catatan online Departemen Kehakiman Texas, Jones menjadi narapidana pertama yang dieksekusi di negara bagian Texas sejak Juli 2020, dan hanya orang ketiga yang dihukum mati di negara bagian itu sejak Covid-19 pertama kali menyapu AS.

Texas mengeksekusi tiga orang pada tahun 2020, yang secara signifikan lebih rendah daripada dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, Texas mengeksekusi sembilan orang, pada 2018 jumlahnya 13, dan pada 2017 jumlahnya tujuh, menurut lembar data TDCJ.

Berdasarkan catatan negara, Jones dihukum karena membunuh bibi buyutnya dan mencuri properti dari kediamannya pada 1999.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang pendukung yang telah membantu saya selama bertahun-tahun," kata Jones dalam pernyataan terakhirnya.

(Baca juga: Tak Hiraukan Biden, PM Israel Akan Lanjutkan Serangan ke Gaza)

"Cintai semua teman saya dan semua persahabatan yang telah saya jalin. Mereka seperti langit. Itu semua adalah bagian dari hidup, seperti sepiring besar makanan untuk jiwa. Saya harap saya meninggalkan sepiring makanan yang penuh kebahagiaan untuk semua orang. kenangan, kebahagiaan dan tidak ada kesedihan. Aku sudah selesai jadi sipir,” terangnya.

Mahkamah Agung AS membantah penundaan eksekusi pada Rabu (19/5) pagi, yang memungkinkan eksekusi Jones dilanjutkan.

Juru bicara Mahkamah Agung, Desel, Jones dinyatakan meninggal pada pukul 18.40 malam. Tidak ada saksi media yang menghadiri eksekusi tersebut. Namun, Desel mengatakan anggota media dihadirkan di seberang unit sebelum eksekusi Jones dilakukan.

"Akibat miskomunikasi antara pejabat di Departemen Kehakiman Texas, tidak pernah ada panggilan yang dibuat untuk memanggil saksi media ke dalam unit," kata Desel kepada CNN melalui email.

(Baca juga: Tiba di Malaysia, WNI Harus Kembali Dikarantina Selama 14 hari)

"Kami mohon maaf atas kesalahan kritis ini. Badan sedang menyelidiki untuk menentukan dengan tepat apa yang terjadi untuk memastikan itu tidak terulang lagi," tambahnya.

Menurut Departemen Peradilan Pidana Texas, media mungkin memiliki lima saksi yang hadir untuk eksekusi.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini