Biden Teken UU Anti-Kejahatan Bernuansa Kebencian terhadap Warga Asia

Agregasi VOA, · Jum'at 21 Mei 2021 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 18 2413653 biden-teken-uu-anti-kejahatan-bernuansa-kebencian-terhadap-warga-asia-Cpual6o827.jpg Protes anti-rasisme terhadap warga AS keturunan Asia (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada  Kamis (20/5) menandatangani undang-undang (UU) yang dirancang untuk mengatasi peningkatan dramatis kejahatan rasial terhadap warga AS keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik.

DPR AS mengirim Rancangan Undang-Undang (RUU) itu ke Gedung Putih pada Kamis (20/5) pagi setelah meloloskan RUU itu dalam pemungutan suara dengan perolehan 364 banding 62 pada Selasa (18/5). Sementara di tingkat Senat, dengan perolehan 94 banding 1, para senator mendukung RUU pada April lalu.

UU ini akan mempercepat peninjauan Departemen Kehakiman atas kejahatan rasial dan menambah anggaran untuk membantu badan-badan penegak hukum lokal meningkatkan penyelidikan, identifikasi dan pelaporan insiden yang dipicu oleh bias dan seringkali tidak dilaporkan.

Berbicara dalam sebuah upacara di salah satu ruangan di Gedung Putih yang dihadiri sejumlah anggota Kongres dari kedua faksi, Biden memuji anggota-anggota Kongres atas sikap bipartisan mereka dalam masalah itu, dengan mengatakan mereka telah membuktikan bahwa “demokrasi dapat bekerja dan memberi hasil bagi rakyat Amerika.”

(Baca juga: Junta Myanmar Akan Bubarkan Partai Aung San Suu Kyi)

Dia mengatakan semua kebencian ini sudah terlalu lama disembunyikan “secara terang-terangan.”

Dia menjelaskan selama berabad-abad, warga AS keturunan Asia telah membantu membangun bangsa ini tetapi seringkali dilangkahi, dilupakan atau diabaikan.

Presiden Biden menegaskan tidak ada tempat bagi kebencian di AS dan jika kita berdiam diri berarti ikut terlibat.

Bagi banyak warga AS keturunan Asia, pandemi virus corona telah memperkuat prasangka mendalam yang sebagian kasus merujuk pada Chinese Exclusion Act lebih dari satu abad lalu.

Serangan terhadap warga As keturunan Asia semakin meningkat ketika kasus penyakit akibat virus ini mulai meluas di AS. Pada 2020 lalu dilaporkan terjadi ribuan kasus serangan terhadap warga AS keturunan Asia.

(Baca juga: Unik, Wilayah Ini Gelar Vaksinasi Covid-19 Berhadiah Sapi)

Bagi sejumlah aktivis, termasuk organisasi-organisasi yang mewakili kelompok warga Amerika keturunan Asia gay dan transgender, undang-undang itu salah arah. Lebih dari 100 kelompok telah menandatangani pernyataan menentang RUU itu karena terlalu mengandalkan aparat penegak hukum, namun hanya menyediakan sedikit anggaran untuk mengatasi masalah mendasar yang memicu peningkatan kejahatan bernuansa kebencian atau hate crime.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini