Lawan Politik Netanyahu Pertanyakan Motif Penyerangan Israel ke Gaza

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 22 Mei 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 18 2413859 lawan-politik-netanyahu-pertanyakan-motif-penyerangan-israel-ke-gaza-5xPQ1Ubtvl.jpg PM Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

ISRAEL – Lawan politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertanyakan motif di balik penyerangan Israel ke Palestina.

“Beberapa dari mereka mengatakan bahwa itu hanya karena perdana menteri… secara politik sedang berperang. Dia belum mampu membentuk pemerintahan koalisi dalam empat pemilihan dalam waktu kurang dari dua tahun, jadi dia mencoba untuk mendapatkan keuntungan politik pribadi melalui perang ini, “ terang wartawan Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid.

“Yang lain mengatakan mengapa kami [meluncurkan] perang ini karena kami tidak menyelesaikannya. Beberapa kelompok sayap kanan lebih suka melihat invasi darat, lebih suka melihat tindakan yang jauh lebih tegas terhadap Hamas,” lanjutnya.

"Dan kemudian Anda memiliki kepemimpinan militer ... [yang] mempertanyakan apa tujuan dari operasi militer ini, dan apakah Hamas benar-benar dilemahkan sampai sejauh yang dikatakan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pertempuran antara Israel dan militan Palestina di Gaza dimulai pada 10 Mei setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan Israel-Palestina yang memuncak dalam bentrokan di al-Aqsa, sebuah situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

(Baca juga: Raja Salman Telepon Presiden Palestina, Kutuk Agresi Israel)

Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari situs tersebut, memicu serangan udara balasan.

Menurut kementerian kesehatan Gaza, setidaknya 248 orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, tewas. Israel mengatakan pihaknya menewaskan sedikitnya 225 militan selama pertempuran itu. Hamas belum memberikan angka korban bagi para pejuang.

Di Israel 13 orang, termasuk dua anak dan seorang tentara Israel, tewas, kata layanan medisnya.

Pada Kamis (21/5), Kementerian Perumahan Gaza mengatakan 16.800 unit rumah telah rusak selama konflik. Dari jumlah tersebut, 1.800 tidak layak untuk hidup dan 1.000 lainnya hancur.

(Baca juga: 13 Truk Angkut Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, PBB Cari Dana Bantuan Rp546 Miliar)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini