"Ketika pulang ke rumah, kami sudah tidak punya tempat untuk berteduh, sudah tidak ada air, listrik, tempat tidur, semuanya sudah tidak ada lagi," kata Samira kepada kantor berita Reuters. "Kami pulang ke rumah yang sudah hancur seluruhnya."
Warga lainnya bernama Azhar Nsair kepada Associated Press mengatakan, "Kami melihat kehancuran yang begitu besar di sini, baru kali ini kami menyaksikannya."
Pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza dimulai 10 Mei setelah ketegangan yang kian panas selama beberapa pekan yang berpuncak pada bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Hamas saat itu mulai menembakkan roket setelah memperingatkan aparat keamanan Israel untuk mundur dari kompleks suci itu, dan dibalas oleh Israel dengan serangan udara.
Sedikitnya 248 orang, termasuk lebih dari 100 perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatan setempat. Israel mengklaim telah membunuh sedikitnya 225 militan selama pertempuran 11 hari, namun Hamas belum mengumumkan data soal jumlah anggotanya yang tewas.
Di Israel, 13 orang termasuk dua anak-anak dan seorang tentara tewas, ungkap layanan medis negara itu.
Sementara itu banyak keluarga Yahudi bisa meninggalkan tempat perlindungan darurat. Pembatasan darurat sudah dicabut dan semua sekolah akan dibuka kembali pada Minggu.
Militer Israel mengatakan bahwa Hamas menembakkan lebih dari 4.300 roket selama konflik, 90% di antaranya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Kubah Besi. Namun ada sejumlah roket Hamas yang lolos dan menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk rumah-rumah warga dan sinagog.
Banyak roket yang ditembakkan mengarah ke kota-kota di Israel bagian selatan, seperti Ashkelon.
Warga setempat bernama Tammy Zamir kepada kantor berita Reuters mengaku senang bahwa konflik sudah berakhir, namun dia juga "yakin akan ada eskalasi baru."
Di Kota Ashdod, warga 25 tahun bernama Dan Kiri mengatakan Israel harus terus menyerang Hamas sampai hancur, sambil menambahkan: "Tinggal menunggu waktu hingga ada operasi berikut di Gaza."
Walau sudah berlangsung gencatan senjata pada Jumat dini hari, namun tetap terjadi bentrokan di masjid al-Aqsa siangnya setelah salat Jumat. Polisi Israel menembakkan granat kejut ke para pemrotes Palestina, yang melempari mereka dengan batu dan bom bensin ke petugas. Sedikitnya 20 warga Palestina luka-luka, ungkap tim medis.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa solusi dua negara merupakan jalan satu-satunya untuk mengatasi konflik. Dia menambahkan bahwa tidak akan ada perdamaian kecuali jika kawasan itu secara tegas mengakui hak keberadaan Israel.
Biden juga mengatakan bahwa AS akan mengorganisir bantuan internasional untuk membantu pembangunan kembali di Gaza.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.