Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantuan Kemanusiaan Tiba, Namun Perlu Bertahun-Tahun Membangun Gaza Kembali

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 22 Mei 2021 |14:20 WIB
Bantuan Kemanusiaan Tiba, Namun Perlu Bertahun-Tahun Membangun Gaza Kembali
Perlu waktu bertahun-tahun untuk membangun Gaza kembali (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZA - Konvoi pertama bantuan kemanusiaan telah tiba di Gaza, beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas pada Jumat (21/05) dini hari.

Ribuan warga Palestina kembali dari pengungsian namun melihat tempat tinggal mereka sudah hancur. Kalangan pejabat setempat menyatakan perlu bertahun-tahun untuk melakukan rekonstruksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pembentukan koridor khusus bagi warga yang luka-luka untuk dievakuasi.

Lebih dari 250 orang tewas akibat konflik bersenjata 11 hari, sebagian besar di Gaza. Baik Israel maupun Hamas saling mengeklaim kemenangan.

Di Israel selatan, para warga turut merayakan gencatan senjata namun banyak yang khawatir jika konflik sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

Truk-truk dari berbagai lembaga bantuan, termasuk yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), telah berdatangan dengan membawa barang-barang kebutuhan medis, pangan, dan bahan bakar ke Gaza, setelah Israel membuka pos perlintasan Kerem Shalom.

Lebih dari 100.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka di Gaza, yang dikuasai kelompok Hamas, dan hampir 800.000 orang kini tidak memiliki akses ke air bersih, ungkap badan PBB urusan anak-anak Unicef.

(Baca juga: Erdogan: Dunia Harus Tahu tentang 'Negara Teror Israel')

Kalangan pejabat Palestina mengatakan butuh jutaan dolar untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang hancur, apalagi kini penduduk tengah dikhawatirkan dengan pandemi Covid-19.

Margaret Harris, juru bicara WHO, menyerukan segera dibuka akses bagi pasokan medis dan tenaga kesehatan ke Gaza, karena fasilitas kesehatan di wilayah itu berisiko dipenuhi oleh ribuan warga yang luka-luka.

Selama bertahun-tahun, Gaza sering diblokade oleh Israel dan Mesir sehingga menyulitkan lalu lintas warga dan barang. Alasan dari kedua negara itu adalah khawatir adanya pasokan senjata ke Hamas.

Badan PBB urusan Pengungsi Palestina (UNWRA)mengatakan bahwa prioritasnya adalah mengidentifikasi dan membantu puluhan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal, sehingga segera butuh bantuan US$38 juta.

Pada Kamis (20/5), Kementerian Perumahan Gaza mengatakan bahwa 1.800 unit rumah sudah tidak layak huni dan 1.000 unit sudah hancur.

(Baca juga: 13 Truk Angkut Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, PBB Cari Dana Bantuan Rp546 Miliar)

"Kerusakan yang dibuat dalam kurun kurang dari dua pekan akan butuh waktu bertahun-tahun, jika tidak puluhan tahun, untuk membangun kembali," kata Fabrizio Carboni, direktur Timur Tengah dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Warga Gaza bernama Samira Abdallah Nasser mengaku rumahnya yang bertingkat dua di dekat Kota Beit Hanoun hancur lebur akibat serangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement