JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina, bukan untuk melucuti senjata Hamas.
Meski rencana tersebut saat ini ditangguhkan (on hold) akibat dinamika konflik antara Iran dan Israel–Amerika Serikat, Prabowo menjelaskan sejumlah prinsip dasar terkait keterlibatan Indonesia.
“Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia sejak dulu, yakni selalu membela kemerdekaan Palestina. Dalam berbagai pembicaraan dengan tokoh-tokoh Barat, saya sampaikan Indonesia siap bergabung dalam misi perdamaian dan mengirim pasukan, dengan syarat semua pihak menyetujui keterlibatan Indonesia,” ujar Prabowo, Jumat (20/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi terbuka “Presiden Menjawab” yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan tayang pada Kamis (19/3/2026).
Prabowo menekankan, persetujuan utama harus datang dari pihak Palestina, termasuk Hamas, serta negara-negara mayoritas Muslim yang terlibat dalam forum tersebut, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
“De facto, Hamas juga harus menerima kehadiran kita. Karena kita ingin menjadi pasukan penjaga perdamaian,” tegasnya.