Sempat Buron, Pelaku Arisan Fiktif di Mojokerto Akhirnya Ditangkap

Sholahudin, iNews · Senin 24 Mei 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 519 2414846 sempat-buron-pelaku-arisan-fiktif-di-mojokerto-akhirnya-ditangkap-AhqL1QxA1q.jpg Tarmiati, pelaku arisan fiktif ditangkap polisi (Foto: Sholahudin)

MOJOKERTO - Sempat melarikan diri dan buron, pelaku arisan fiktif yang merugikan anggota hingga Rp1 miliar akhirnya tertangkap di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tersangka mengaku menggelapkan uang arisan karena terlilit utang dan dibuat untuk membangun rumah dan beli dua mobil.

Pelaku arisan fiktif yang merugikan ratusan anggota dari berbagai desa di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur akhirnya tertangkap. Polres mojokerto dan Polsek Ngoro berhasil menangkap tersangka di tempat pelarianya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Tersangka adalah, Tarmiati alias Mia (42) warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Tersangka dikenal warga sebagai bandar arisan, yang biasanya dibagikan saat jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Waspada Arisan Fiktif, Ketua DPD Minta Emak-Emak Jangan Tergiur Angka yang Besar

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, modus tersangka dengan cara membagikan brosur arisan kepada warga pada 2014 lalu. Dalam brosur tersebut berisi arisan bersama yang akan dikocok sebanyak 46 kali setahun sekali dengan bonus sembako selain uang.

Namun, pada 2018 lalu arisan yang digelar tersangka mulai menemui hambatan. Pasalnya, tersangka mulai tidak bisa mengembalikan uang milik para nasabah. Hingga akhirnya tahun 2021 saat lebaran lalu arisan macet dan tersangka melarikan diri ke berbagai tempat di Jawa Tengah.

Setelah mendapat pengaduan dari para korban, Polres Mojokerto dan Polsek Ngoro berhasil menangkap tersangka di persembunyianya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dengan menyamar sebagai penjual sayur mayur.

"Arisan ibu-ibu di Kecamatan Ngoro di mana, korbannya Jamiah dan teman-temannya mendapatkan brosur arisan lebaran pada tahun 2020 dan 2021 yang bersangkutan menjelaskan beberapa keuntungan dari arisan paket lebaran 2020 dan 2021," ujar AKBP Dony Alexander, Senin (24/5/2021).

Arisan dari para korban tersebut nantinya akan dikembangkan dan ditambah beberapa parcel lebaran seperti kue. Dari beberapa warga masyarakat terhitung sebanyak 400 orang menjadi korban arisan tersebut dengan kerugian kurang lebih Rp430 juta yang sudah diambil tersangka. 

Pihaknya mendirikan posko pengaduan. Sejauh ini kepolisian menyita aset dan kendaraan roda empat tersangka, berupa mobil Toyota Avanza, mobil pikap, uang, tabungan Bank BNI, ATM BNI dan bukti tabungan rekening BCA, dan lainnya.

Sementara tersangka Tarmiati mengaku uang arisan anggota digunakan untuk membuat rumah, membeli mobil dan sejumlah keperluan lainya. Sehingga gali lubang tutup lubang menutupi uang kepada anggota dengan meminjamkan sertifikat rumah. Uang yang dihabiskan kurang lebih mencapai Rp1 miliar.

"Sebenarnya arisan sebelumnya kan lancar sudah beberapa kali untuk yang terakhir 2021 ini saya tidak bisa mengasihkan karena tahun kemarin sebagian ada yang kurang, akhirnya saya pinjam dari ketua kelompok pinjam rumahan pinjam BPKB saya masukkan ke bank arisan 2021 murni uang untuk bayar utang menutupi kekurangan kemarin kurang lebih Rp1 miliar untuk bayar angsuran BPKB dan nyicil utang rumah sebanyak Rp400 juta ada 20 kelompok," katanya.

Baca Juga: Ketika Selebgram Bawa Kabur Uang Arisan Rp20 Miliar

Tersangka dijerat dengan Pasal 378 Jo Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman mencapai empat tahun penjara.

Sebelumnya, sebanyak 400 ibu rumah tangga dari berbagai desa di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tertipu arisan fiktif saat bulan Ramadhan dan lebaran lalu. Para peserta hingga kehilangan uang mencapai ratusan juta rupiah yang dibawa kabur oleh bandar arisan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini