Israel Kirim Agen Mossad Sabotase Ratusan Rudal Hamas

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 18 2416059 israel-kirim-agen-mossad-sabotase-ratusan-rudal-hamas-5DrEVmXR7h.jpg Sistem pertahanan Iron Dome Israel mencegat roket yang ditembakkan Hamas. (Foto: Reuters)

TEL AVIVIsrael dilaporkan mengirimkan agennya untuk melakukan operasi rahasia "menyabotase" ratusan roket Hamas sebelum mereka ditembakkan dari Gaza selama eskalasi kekerasan Israel-Palestina baru-baru ini, demikian dilaporkan Mirror.

“Israel mungkin memiliki kemampuan spionase paling tajam di dunia. Komunitas intelijennya telah melakukan beberapa operasi menakjubkan jauh di dalam wilayah musuh, termasuk membunuh ilmuwan Iran. Kemungkinan besar sejumlah roket itu dicegat dan diubah,” kata sumber tersebut.

BACA JUGA: 80 Pejuang Hamas Terkubur di Terowongan, Ditipu Invasi Darat Israel

Badan intelijen nasional Israel, Mossad, diklaim telah menargetkan roket, baik saat senjata-senjata itu diselundupkan di beberapa bagian dari Iran ke Gaza, atau langsung di dalam daerah kantong Palestina itu sendiri, menurut sumber intelijen senior Barat, yang dikutip oleh outlet tersebut.

Mata-mata Israel "menyabotase" ratusan roket dengan merusak sistem pemandu, motor, hulu ledak atau bahan peledak di dalam rudal, kata laporan itu.

Karenanya, diklaim bahwa sebanyak 16 persen dari perkiraan lebih dari 4.000 yang diluncurkan oleh Hamas telah gagal di Gaza atau gagal mencapai perbatasan Israel.

Setidaknya terjadi 680 misfire atau tembakan meleset di tengah 11 hari pertukaran rudal lintas batas yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban.

BACA JUGA: Konflik Hamas dan Israel Terus Memanas, Ini Sejarah Panjang Konfrontasi Keduanya

Sistem pertahanan Iron Dome Israel dilaporkan dikreditkan karena telah mencegat 90 persen rudal Hamas yang masuk. Adapun waktu dari dugaan operasi sabotase rahasia, diperkirakan terjadi beberapa bulan yang lalu.

Menurut outlet tersebut, militan Hamas, kelompok Islam yang mengontrol Jalur Gaza, telah menimbun rudal selama beberapa tahun terakhir. Israel dikutip mengklaim Hamas memiliki cukup rudal tersisa untuk dua bulan lagi.

Konflik antara militan Hamas dan Israel meningkat pada 10 Mei setelah beberapa hari bentrokan kekerasan antara penduduk Arab dan polisi Israel di Yerusalem Timur. Ketegangan memuncak dipicu keputusan pengadilan untuk mengusir keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Akibat kekerasan yang terus meningkat, ribuan roket ditembakkan ke Israel oleh Hamas, dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menargetkan Jalur Gaza dengan serangan udara sebelum gencatan senjata tanpa syarat yang ditengahi Mesir dilancarkan pada 21 Mei.

Menurut perkiraan terbaru, 253 warga Palestina tewas dalam kekerasan itu, menurut kementerian kesehatannya. Layanan medis Israel mengklaim bahwa 12 orang Israel tewas selama aksi militer baru-baru ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini