Satu Keluarga Tewas Akibat Kereta Gantung Jatuh, Anak Ini Hidup Sebatang Kara

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 27 Mei 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 18 2416265 satu-keluarga-tewas-akibat-kereta-gantung-jatuh-anak-ini-hidup-sebatang-kara-YIE0S3KyF7.jpg Kereta gantung jatuh di Italia, satu keluarga tewas hanya satu anak yang selamat (Foto: Facebook WS)

ITALIA - Seorang anak laki-laki, 5, yang menjadi satu-satunya orang yang selamat dari tragedi kereta gantung di Danau Maggiore di Italia utara akan diberitahu hari ini waktu setempat jika seluruh keluarganya meninggal dalam kecelakaan itu.

Bibi Eitan Biran, Aya, sedang menunggu di samping tempat tidur bocah lelaki itu dan diharapkan mengungkapkan kebenaran kepadanya saat dia bangun dari komanya.

Aya, 41, adalah seorang dokter dan merupakan kerabat terdekat Eitan setelah orang tuanya Amit dan Tal, saudara laki-lakinya, Tom yang berusia dua tahun dan kakek buyutnya semuanya tewas dalam kecelakaan itu.

"Eitan membuka matanya dan menemukan wajah akrab bibinya. Mereka dekat satu sama lain saat ini,” terang Giovanni La Valle, Direktur Umum Kota Kesehatan Turin.

Dalam foto yang diambil beberapa saat sebelum kecelakaan, kereta gantung yang dinaiki Eitan dan kakek buyutnya Yitzhak terlihat sedang memandang ke hutan pinus di bawah.

Menurut laporan lokal, Eitan selamat karena ayahnya melindunginya dengan tubuhnya sendiri.

Tiga orang telah ditangkap atas kecelakaan yang menewaskan 14 orang pada Minggu (23/5) itu.

Para penyelidik mengatakan rem darurat sengaja dinonaktifkan agar kereta gantung dapat beroperasi kembali setelah penguncian berakhir.

(Baca juga: Kabur dari Penjara Uruguay, 'Raja Kokain' Italia Ditangkap di Brasil)

Ketiga orang yang ditangkap tersebut semuanya adalah staf dari perusahaan yang bertanggung jawab atas pengoperasian kereta gantung.

Untuk mencegah rem darurat kereta gantung agar tidak aktif sebelum waktunya yang menyebabkan gangguan pada layanan, teknisi sengaja memasang "garpu" yang menjaga “rahang rel” tetap terbuka.

Jika itu tidak dilakukan, 14 orang yang meninggal akibat insiden itu hampir pasti selamat dari kegagalan kabel yang menyebabkan kereta gantung itu jatuh dari gunung.

Jaksa lokal Olimpia Bossi mengatakan kepada wartawan bahwa rem telah dirusak dalam "tindakan sadar" dan membuat kereta gantung tidak aman.

Menurut surat kabar Italia Corriere Della Sera “garpu” itu tidak sengaja terpasang.

(Baca juga: Wanita Ini Tuntut Dokter 'Menghamilinya' dalam Tindakan 'Pemerkosaan Medis')

Layanan kereta gantung Lake Maggiore awalnya dibuka pada tahun 1970. Itu ditutup untuk pemeliharaan antara 2014 dan 2016, dan kemudian ditutup lagi selama kuncian.

Jumlah penumpang telah berkurang karena pembatasan jumlah penumpang akibat pandemi Covid-19. Jika tidak karena pembatasan ini, jumlah korban tewas diperkirakan lebih banyak.

(dka)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini