Napi Ini Sewa Helikopter untuk Terbang ke Kantor Polisi dan Serahkan Diri

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 28 Mei 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416691 buronan-sewa-helikopter-untuk-terbang-ke-kantor-polisi-dan-serahkan-diri-QoPAVfXh4f.jpg Ilustrasi penangkapan buronan (Foto: Shutterstock)

SELANDIA BARUBuronan yang melarikan diri di pedesaan Selandia Baru menyewa helikopter untuk terbang ke kantor polisi dan menyerahkan diri.

James Bryant, yang menghadapi dakwaan penyerangan, menghabiskan lima minggu bersembunyi di sebuah kota kecil di Otago Utara.

Dia mengatakan kepada media lokal bahwa waktunya di sana "luar biasa", tetapi dia siap untuk meninggalkan "antah berantah".

Bryant mengatakan kepada Otago Daily Times - yang menulis ceritanya berjudul “Flight To Justice”, jika bahwa selama berada di Waianakarua dia telah melakukan "banyak yoga". Namun dia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri karena dia khawatir akan dicap berbahaya bagi masyarakat.

Dia menghubungi pengacara narapidana Arthur Taylor untuk memintanya mengatur penangkapan secara damai. Keduanya sudah mengenal satu sama lain, karena Bryant sebelumnya membantu merancang situs web Taylor.

Taylor mengatakan kepada Stuff.nz, jika Bryant membayar sendiri helikopter itu, karena dia ingin 'tampil dengan gaya'.

(Baca juga: Badan Penerbangan PBB Akan Selidiki Pendaratan Mendadak Pesawat Ryanair)

Media lokal melaporkan bahwa dia ditangkap secara diam-diam dan tanpa insiden pada pukul 16:00 waktu setempat (04:00 GMT) pada Kamis (27/5)

Taylor yang menjadi perantara penangkapan secara damai, mengatakan dia telah membawa Bryant untuk minum sampanye dan makan tiram dalam perjalanan ke stasiun.

"Itu adalah makanan pertamanya yang layak dalam beberapa minggu,” terang Taylor, kepada wartawan di luar Kantor Polisi Pusat Dunedin.

Adapun tuduhan yang dihadapi Bryant termasuk penyerangan dengan senjata, melukai dengan maksud dan tiga tuduhan memposting komunikasi digital yang berbahaya.

(Baca juga: Sebulan Demo di Kolombia, Belum Jelas Kapan Berakhir)

Polisi telah memperingatkan publik bahwa dia dianggap berbahaya dan tidak boleh didekati.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini