Atas peristiwa tersebut, dilaporkan, ada 3 pucuk senjata api yang diduga dibawa lari oleh kelompok penyerang. "Jumlah senjata api Polsubsektor Oksamol berjumlah 3 pucuk, Senjata api laras panjang jenis SS1 berjumlah 2 pucuk. Senjata api laras pendek jenis revolver berjumlah 1 pucuk," katanya.
Dari informasi yang didapatkan, kuat dugaan enam OTK yang melakukan penyerangan tersebut merupakan KSTP Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan sebelum terjadi penyerangan pada Kamis 27 Mei 2021 sekitar pukul 24.00 WIT, korban masih terlihat mengobrol dengan tetangga warga setempat.
Saat kejadian, almarhum bertugas seorang diri karena Polsubsektor Oksamol hanya beranggotakan empat orang anggota polisi. Di mana tiga di antaranya berada di luar yakni dua di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang dan seorang lainnya di Jayapura dalam rangka berobat.
Saat kejadian, kata Kombes Pol Kamal, almarhum bertugas seorang diri karena Polsubsektor Oksamol hanya beranggotakan empat orang anggota polisi. Di mana, tiga di antaranya berada di luar yakni dua di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang dan seorang lainnya di Jayapura dalam rangka berobat.
Dari keterangan warga setempat ada sekitar enam orang yang berada di sekitar Kantor Sub Sektor Distrik Oskamol Pegunungan Bintang usai penyerangan tersebut. "Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan pihak kepolisian dan jenazah korban masih diupayakan dievakuasi dari TKP," tandasnya.
(Arief Setyadi )