Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Briptu Mario di RS Bhayangkara

Chanry Andrew S, iNews · Sabtu 29 Mei 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 340 2417244 isak-tangis-keluarga-sambut-jenazah-briptu-mario-di-rs-bhayangkara-xAbPFYZ8d3.jpg Jenazah Briptu Stevanus Mario Sanoi disambut isak tangis keluarga (Foto: Chanry Andrew)

JAYAPURA - Setelah sempat tertunda akibat cuaca, proses evakuasi jenazah Brigadir Polisi Satu (Briptu) Stevanus Mario Sanoi, Kapolpossubsektor distrik Oksamol Polres Pegunung Bintang dievakuasi pada Sabtu (29/5/2021). Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk diautopsi.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga saat tiba di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, sekira pukul 14.20 WIT. Pihak keluarga seakan tak percaya, Briptu Stevanus Mario Sanoi harus meninggal dengan cara yang tragis, diserang sejumlah orang tidak dikenal di Pospol Oksamol, Jumat 28 Mei 2021.

Baca Juga:  Polri Masih Proses Izin Pelaksanaan Liga 1 dan 2

Nampak kakak kandung almarhum dan kerabat almarhum serta sejumlah rekan seangkatan almarhum di kepolisian memenuhi Rumah Sakit Bhayangkara. Bahkan, calon istri almarhum, Jessica terlihat menangis histeris sambil memeluk foto Almarhum.

Calon istri almarhum tak kuasa menahan tangis karena rencananya tiga bulan lagi, Briptu Stevanus Mario Sanoi dan kekasihnya itu akan melangsungkan pernikahan.

Kedatangan Jenazah diantar langsung Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito bersama beberapa personel Polres Pegunungan bintang.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan, proses evakuasi yang dilakukan terhadap jenazah korban penyerangan orang tidak dikenal tersebut, Sabtu pagi tadi sempat terkendala cuaca yang buruk di wilayah itu.

"Tadi sempat terkendala cuaca saat proses evakuasi akibat cuaca yang tidak bersahabat yah, namun alhamdulillah proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan, sekitar jam 11 siang tadi kita sudah bisa evakuasi korban dengan lancar dan sudah sampai disini (RS Bhayangkara Polda Papua). Dan jenazah nanti diautopsi di rumah sakit nanti segera dibawa ke rumah duka, ujar AKBP Cahyo Sukarnito di rumah sakit Bhayangkara Polda Papua.

Baca Juga: Kronologi Penyerangan Polsubsektor Oksamol Papua oleh Sekelompok OTK 

Keluarga besar Polres Pegunungan Bintang sangat kehilangan anggota terbaik mereka yang menjadi panutan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang anggota Polri.

"Yang jelas kami keluarga besar Polres Pegunungan Bintang merasa kehilangan, karena beliau adalah sosok panutan sebagai seorang anggota polisi yang sangat baik, yang selama ini bertugas di perbatasan negara," tutur AKBP Cahyo.

Pasca-penyerangan pos polisi di wilayah Otuy, menurut AKBP Cahyo, pihaknya untuk sementara mengosongkan pos sambil menunggu penguatan pasukan untuk pengamanan tambahan di pospol tersebut.

"Sementara kosong yah, belum ada penambahan pasukan di sana, kami masih menunjukkan perintah lebih lanjut untuk perkuatan personel di lokasi," tandasnya.

Terkait kondisi korban yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat diserang OTK, Kapolres mengatakan, masih menunggu proses autopsi oleh tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Papua.

"Untuk luka, apakah itu luka tembakan atau luka bacokan, kami masih menunggu proses autopsi oleh tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, sementara itu dulu yah, terima kasih," kata Kapolres.

Sementara itu kakak kandung korban, Dessy Sanoi mengungkapkan, pihak keluarga tak mempunyai firasat apa-apa atas peristiwa ini, namun Dessy mengaku, sehari sebelum kejadian, adiknya sempat melakukan pembicaraan dengannya melalui sambungan telepon, di mana sang adik meminta untuk dikirimkan ikan dari Jayapura ke tempat tugasnya.

"Kami berkomunikasi sehari sebelum kejadian, adik minta dikirim ikan segar ke Oksibil, Pegunungan Bintang, saya bilang, ya sudah lihat penerbangan, kalau ada Kakak kirim, namun, sang adik hanya terdiam diujung telepon lalu komunikasi terputus.

Briptu Stevanus Mario Sanoi, Kapolpossubsektor Oksamol diserang oleh sejumlah OTK di pos polisi saat korban sedang sendirian pada Jumat 28 Mei 2021 dini hari.

Dari informasi yang didapatkan MNC Portal Indonesia, Kapolpossubsektor Oksamol, Briptu Stevanus Mario Sanoi diserang di dalam Polsubsektor saat korban seorang diri, di mana pada Pospolsu sektor tersebut sedianya terisi empat anggota Polisi termasuk Kapospol.

"Di Polsek tersebut sedianya ada empat anggota termasuk Briptu Sanoi, namun ketiga anggota masing-masing, Briptu Akbar Mutasir (melaksanakan izin), Bripda Enos Merahabia (berada di Distrik Oksibil), Bripda Tofan Wambraw (berada di Distrik Oksibil)," kata Sumber resmi MNC Portal Indonesia di lingkungan kepolisian yang enggan namanya disebutkan.

Atas peristiwa tersebut, dilaporkan, ada 3 pucuk senjata api yang diduga dibawa lari oleh kelompok penyerang. "Jumlah senjata api Polsubsektor Oksamol berjumlah 3 pucuk, Senjata api laras panjang jenis SS1 berjumlah 2 pucuk. Senjata api laras pendek jenis revolver berjumlah 1 pucuk," katanya.

Dari informasi yang didapatkan, kuat dugaan enam OTK yang melakukan penyerangan tersebut merupakan KSTP Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan sebelum terjadi penyerangan pada Kamis 27 Mei 2021 sekitar pukul 24.00 WIT, korban masih terlihat mengobrol dengan tetangga warga setempat.

Saat kejadian, almarhum bertugas seorang diri karena Polsubsektor Oksamol hanya beranggotakan empat orang anggota polisi. Di mana tiga di antaranya berada di luar yakni dua di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang dan seorang lainnya di Jayapura dalam rangka berobat.

Saat kejadian, kata Kombes Pol Kamal, almarhum bertugas seorang diri karena Polsubsektor Oksamol hanya beranggotakan empat orang anggota polisi. Di mana, tiga di antaranya berada di luar yakni dua di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang dan seorang lainnya di Jayapura dalam rangka berobat.

Dari keterangan warga setempat ada sekitar enam orang yang berada di sekitar Kantor Sub Sektor Distrik Oskamol Pegunungan Bintang usai penyerangan tersebut. "Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan pihak kepolisian dan jenazah korban masih diupayakan dievakuasi dari TKP," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini