Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wakil Ketua KPK: Jangan Salah Identifikasi Jenggot dan Celana Cingkrang

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 30 Mei 2021 |12:38 WIB
Wakil Ketua KPK: Jangan Salah Identifikasi Jenggot dan Celana Cingkrang
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (Foto: SINDOnews)
A
A
A

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron berkomentar mengenai pegawainya yang berjenggot dan bercelana cingkrang. Dia meminta agar atribut tersebut tidak salah diidentifikasi sehingga membuat mereka dicap sebagai orang-orang radikal.

"Saya sepemahaman terhadap pandangan Pak Alex (Wakil Ketua KPK Alexander Marwata), bahwa di pegawai KPK ada yang radikal (taliban), bahwa ada performan-performan yang seperti jenggot, celana cingkrang dll, itu hanyalah aliran wahabi dan salafi sebagai bagian dari keragaman aliran-aliran agama dalam Islam namun bukan wahabi yang jihadis, bukan yang mau mendirikan negara Islam," beber Ghufron melalui pesan singkatnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (30/5/2021).

BACA JUGA: Aksi Solidaritas, 570 Pegawai KPK Lolos TWK Minta Pelantikan sebagai ASN Ditunda

"Mereka hanya bagian dari hasanah pemahaman agama Islam yang juga tidak menyimpang walau berbeda dengan saya. Sehingga kita perlu hati-hati jangan sampai kewaspadaan kita terhadap ajaran radikalisme tetapi salah mengindentifikasi," imbuhnya.

Ghufron mengklaim dirinya dan rekannya, Alexander Marwata, telah memperjuangkan para pegawai yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) saat rapat bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dua pimpinan KPK tersebut menekankan bahwa tidak ada paham radikal di dalam tubuh lembaga anti rasuah itu.

BACA JUGA: Novel Baswedan Diperiksa Komnas HAM soal Pemecatan 51 Pegawai KPK

"Pak Alex menyampaikan beliau telah dua periode sebagai Pimpinan KPK sepemahaman beliau selama itu, tidak pernah melihat ada prilaku dan pemahaman yang radikal pada pegawai KPK. Kalau pegawai KPK kritis, tidak langsung menurut perintah tapi didiskusikan lebih dahulu itu iya, krn itu budaya kepegawaian di KPK," beber Ghufron.

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini mengaku telah membaca rinci terkait asesmen TWK. Dia tak memungkiri, pegawai KPK kerap membantah perintah pimpinan, jika memang itu bertentangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement