WHO Serukan Akses Bantuan Medis ke Gaza Tanpa Hambatan

Agregasi VOA, · Senin 31 Mei 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 18 2417714 who-serukan-akses-bantuan-medis-ke-gaza-tanpa-hambatan-apHsG41fCm.jpg WHO serukan akses bantuan tanpa hambatan ke Gaza (Foto: AP via VOA)

NEW YORK - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan akses tanpa hambatan ke Gaza untuk menyediakan obat-obatan penting dan perawatan medis bagi warga Palestina yang terjebak dalam konflik Israel dan Hamas selama 11 hari.

Juru bicara WHO Fadela Chaib, mengatakan sangat penting agar perbatasan antara Israel dan Gaza dibuka untuk memungkinkan akses reguler pasokan bantuan kemanusiaan, medis dan pembangunan ke wilayah Palestina.

“WHO menyerukan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan, pasokan penting dan staf ke Gaza, serta pemindahan pasien rujukan keluar dari Gaza, karena permindahan ini benar-benar dapat menyelamatkan nyawa. Kami mencatat sekitar 600 rujukan yang terkena dampak penutupan perbatasan selama eskalasi situasi,” ujarnya.

Chaib menyebut 600 orang yang perlu dievakuasi untuk dirawat di rumah sakit Israel termasuk pasien yang menderita penyakit kronis seperti kanker dan mereka yang terluka selama eskalasi kekerasan terakhir.

(Baca juga: 'Dewi Covid-19', Idola Baru India Perangi Virus Corona)

WHO meminta anggaran sebesar USD7 juta (Rp100 miliar) untuk menyediakan perawatan medis esensial di Gaza selama enam bulan ke depan. Prioritasnya termasuk penanganan trauma dan gawat darurat, kesehatan mental dan layanan psikososial.

Seperti diketahui, bentrokan berdarah di Gaza antara Israel dan kelompok ekstremis Hamas telah menewaskan ratusan orang, melukai ribuan lainnya dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kawasan tersebut, termasuk fasilitas kesehatan.

WHO mengatakan 30 fasilitas kesehatan rusak, termasuk hancurnya klinik perawatan kesehatan primer Hala Al-Shawa. Badan dunia itu mengatakan Gaza hanya memiliki 46 persen obat-obatan penting dan 33 persen pasokan medis esensial.

(Baca juga: AS Larang Impor dari Armada China yang Gunakan Buruh Kerja Paksa Indonesia)

Pejabat PBB yang baru-baru ini mengunjungi Gaza memperingatkan kerusakan infrastruktur air limbah di sana telah menyebabkan pembuangan sejumlah besar air limbah yang belum diolah ke laut sehingga menciptakan bahaya kesehatan dan polusi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini