Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi mengirim kepala intelijen negara itu ke Tel Aviv untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat-pejabat Israel lainnya. Menurut kantor berita pemerintah Mesir MENA, kedua pejabat akan membahas konsolidasi gencatan senjata di Gaza dan perkembangan terbaru di wilayah Palestina.
Seorang pejabat Mesir mengatakan Kepala Direktorat Intelijen Umum Abbas Kamel, juga akan bertemu dengan pejabat-pejabat Palestina di Ramallah sebelum menuju Gaza untuk melangsungkan pembicaraan dengan pemimpin-pemimpin Hamas.
Badan intelijen Mesir yang setara dengan CIA di Amerika, ini biasanya menangani hubungan dengan Hamas dan kelompok-kelompok militan lain di Gaza.
Baca Juga: Indonesia-AS Sepakat Gencatan Senjata Israel-Palestina Harus Dimanfaatkan untuk Redakan Ketegangan
Pembicaraan dengan pejabat-pejabat Israel juga diharapkan akan membahas rangkaian langkah yang akan mengizinkan masuknya barang, listrik dan bahan bakar ke kawasan itu, demikian pula kemungkinan perluasan wilayah maritim bagi nelayan Gaza, tambah pejabat itu. “Peran Otorita Palestina akan sangat penting dalam pembicaraan-pembicaraan ini,” ujarnya. “Mesir berupaya lebih jauh dalam proses rekonstruksi ini.”