"Jadi, di pesannya melalui medsos juga, lalu ada yang mengatur bagaimana mengambil barangnya, mengirim barangnya, dan menagih uang hasilnya itu, baik melalui transfer maupun melalui cash," tuturnya.
Baca juga: Bongkar Home Industri di Bogor, Total 185 Kg Tembakau Sintetis Diamankan
Dia menambahkan, peredaran tembakau sintetis itu dilakukan secara sistematis, antara pemesan, kurir, penjual dan produksi, serta pengendali market dan pengendali produksi tak saling bertemu, hanya berkomunikasi via medsos saja.
Adapun sistem komunikasinya menggunakan semacam kode-kode tersendiri saat ada satu-dua orang kurir, produsen, atau penjual yang hendak bertemu otak pengendalinya itu.
(Awaludin)