Arab Saudi: Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19 Tidak Dikarantina

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 02 Juni 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 18 2418708 arab-saudi-wisatawan-yang-sudah-divaksin-covid-19-tidak-dikarantina-xpKg7mRurK.jpg Wisatawan yang datang ke Arab Saudi tidak dikarantina (Foto: Unsplash)

RIYADH - Penduduk dan wisatawan yang datang ke Arab Saudi tidak perlu menjalani karantina wajib selama 14 hari jika mereka disuntik vaksin Covid-19 yang disetujui di Arab Saudi.

Hal ini diungkapkan otoritas umum penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) pada Senin (31/5).

Wisatawan juga harus memiliki sertifikat vaksinasi yang disertifikasi oleh negara asal mereka untuk dibebaskan dari karantina. Vaksin yang disetujui adalah Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

GACA juga telah menetapkan karantina tujuh hari untuk pelancong asing yang belum divaksinasi.

Perjalanan bebas karantina tidak berlaku untuk kedatangan dari negara-negara di mana varian berisiko tinggi telah terdeteksi.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Muhammad Al-Abd Al-Ali, membenarkan jika vaksin Covid-19 aman, efektif, dan diperlukan untuk perlindungan. Dia juga mengkritik penyebaran informasi menyesatkan di sekitar mereka. Dia mengatakan itu merupakan hambatan untuk mencapai kekebalan kawanan.

(Baca juga: India Catat Jumlah Kasus Covid-19 Menurun)

Otoritas penerbangan sipil telah mengingatkan maskapai penerbangan bertanggung jawab untuk mendidik para pelancong tentang pedoman dan persyaratan negara-negara tersebut sehingga mereka dapat melakukan perjalanan dengan aman dan sehat, dengan mempertimbangkan prosedur dan persyaratan yang diberlakukan oleh negara lain.

Pada Sabtu (29/5), Kerajaan Arab Saudi mengumumkan masuknya pelancong yang datang dari sebelas negara yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran Covid-19 sejak 30 Mei lalu.

Wisatawan dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang, akan diizinkan masuk mulai pukul 01:00 waktu setempat pada 30 Mei.

Sebelumnya pada Mei lalu, Arab Saudi memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke 13 negara tanpa izin karena masalah keamanan dan ketidakstabilan di beberapa negara, sementara pandemi Covid-19 terus berlanjut dan jenis virus baru menyebar ke beberapa negara lain.

(Baca juga: Paus Fransiskus Revisi UU Gereja Katolik Soal Pelecehan Seksual)

Kementerian Kesehatan Saudi pada Senin (31/5) melaporkan 1.275 kasus baru, 15 kematian terkait Covid-19. Ada 9.661 kasus aktif, 1.438 di antaranya dalam kondisi kritis dan jumlah kematian sekarang mencapai 7.362 orang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini