KPK Sita Tanah Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Diduga Terkait Gratifikasi

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 519 2419211 kpk-sita-tanah-mantan-wali-kota-batu-eddy-rumpoko-diduga-terkait-gratifikasi-eTeXCCWtZO.jpg Plt Jubir KPK, Ali Fikri. (Foto: Okezone.com)

KOTA BATU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu aset mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang berada di Jalan Sultan Agung Nomor 7, Kota Batu. 

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyitaan satu bidang tanah pada Selasa 1 Juni 2021 kemarin diduga terkait perkara gratifikasi yang menyeret Eddy Rumpoko.

"Tim Penyidik KPK telah melakukan pemasangan plang penyitaan pada 1 lokasi tanah yg beralamat di Jalan Sultan Agung Nomor 7 Batu yang diduga terkait dengan perkara," ucap Ali Fikri melalui pesan singkatnya yang diterima MPI pada Rabu (2/6/2021) malam.

Ali Fikri menjelaskan, pihak penyidik KPK masih melakukan proses penyidikan terkait dugaan gratifikasi tindak pidana korupsi anggaran Pemkot Batu tahun 2011 - 2017. Ali juga menyebut masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui perbuatan korupsi tersebut. 

Baca juga: KPK Lelang Mobil Milik Terpidana Markus Nari

"Hingga saat ini proses penyidikan masih terus berjalan diantaranya dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui perbuatan korupsi yang dilakukan oleh pihak yang terkait dengan perkara ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya KPK telah melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan, penyitaan sejumlah barang bukti, serta pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan kasus gratifikasi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur pada 2011-2017 sejak Januari 2021.

Saat itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan pada sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Selain kantor dinas, KPK juga sempat menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Baca juga: Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Tahan Dirut PT Adonara Propertindo

Pada 2017,  penyidik KPK menjerat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam operasi tangkap tangan pada September. Eddy dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara oleh majelis kasasi Mahkamah Agung pada 2019.
 
Dalam kasus tersebut, Eddy Rumpoko diduga menerima suap senilai Rp500 juta terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubel di Pemerintah Kota Batu, tahun anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.
 
KPK menetapkan dua orang tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Batu, Edi Setyawan, dan Filipus Djap yang merupakan Direktur PT Dailbana Prima. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini