Diimingi Hadiah Motor dan Emas, Wanita Ini Tertipu PNS hingga Rp500 Juta

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Kamis 03 Juni 2021 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 608 2419812 diimingi-hadiah-motor-dan-emas-wanita-ini-tertipu-pns-hingga-rp500-juta-NXohG2ueAn.jpg SPN, korban penipuan melapor ke Polres Tapanuli Utara (Foto: Robert Fernando)

TAPANULI UTARA - Wanita berinisial SPN (37), penduduk Desa Sipahutar 1, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, menjadi korban penipuan oleh tersangka PNS (30) pada Januari 2021. Tak tanggung-tanggung, uang yang digasak PNS dari korbannya capai Rp500 juta. 

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menerangkan, PNS dilaporkan oleh SPN ke Polres Taput pada 10 Februari 2021. Setelah dilakukan penyidikan dan cukup alat bukti, tersangka PNS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 21 April 2021.

"Sebelum korban melaporkan hal tersebut ke Polres Taput, korban masih mengajak tersangka untuk damai dengan mengembalikan uangnya. Namun, tersangka tidak ada niat baik dan bahkan sering bersembunyi-sembunyi," kata Walpon Baringbing kepada Okezone, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Puluhan Miliar Melayang, Kasus Penipuan Investasi Mulai Disidang di PN Tangerang

Walpon Baringbing menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka terhadap korbannya dengan cara mengajak korban untuk menabung deposito di salah satu BPR. Tersangka mengaku bekerja di BPR. Tersangka pernah mendatangi rumah korban dan awalnya si tersangka mengajak korban untuk membuat tabungan deposito.

"Tersangka menjanjikan bunga deposito yang besar dan bonus hadiah terhadap si korban. Kemudian, tersangka juga menjanjikan, kalau korban memasukkan uang dalam deposito ke BPR tersebut akan mendapatkan hadiah motor dan emas," sebut Walpon Baringbing.

Korban pun tergiur atas bujuk rayu tersangka, beber Walpon Baringbing, dan langsung mengikuti arahan tersangka dan memberikan uang tersebut.

Namun, saat membuka deposito di BPR, ujar Walpon Baringbing, korban tidak diperbolehkan tersangka untuk ikut langsung ke BPR. Tersangka menganjurkan kepada korban agar deposito itu dibuatkan tersangka langsung.

"Tersangka pun menyuruh korban untuk mentransferkan uang sebesar Rp500 juta. Pentransferan uang tersebut dilakukan si korban dalam 11 tahap, yakni mulai 6 Januari hingga 13 januari 2021. Namun, buku deposito dari BPR yang dijanjikan tersangka tak kunjung ada diserahkan kepada si korban," tutur Walpon Baringbing.

Baca Juga:  Pria Ini Tipu Calon Prajurit TNI AD, Uang Hasil Penipuan Digunakan untuk Menikah 4 Kali

Setelah beberapa lama, sambung Walpon Baringbing, korban merasa curiga dan langsung menghubungi serta menjumpai tersangka pada 17 Januari 2021. Korban meminta agar tersangka mengembalikan uang Rp500 juta.

Namun, niat baik tersangka-pun tidak ada, kata Walpon Baringbing, untuk mengembalikan uang korban. Tersangka selalu membuat alasan. Tak terima dengan perbuatan tersangka, korban pun langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Taput di Tarutung.

"Dari hasil penyidikan, cukup alat bukti sudah terpenuhi dan PNS ditetapkan tersangka dan ditahan serta berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara. Tersangka dijerat Pasal 372 sub 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Walpon Baringbing.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini