Diperkosa Beramai-ramai di Pemakaman, Gadis 14 Tahun Bunuh Diri

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 04 Juni 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 18 2420066 diperkosa-beramai-ramai-di-pemakaman-gadis-14-tahun-bunuh-diri-aUGT7ImdW6.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

BELGIA - Seorang anak gadis berusia 14 tahun yang menjadi korban dugaan pemerkosaan berkelompok di sebuah pemakaman diketahui bunuh diri setelah foto dan video kejadian itu diposting secara online.

Insiden mengerikan ini diketahui terjadi di Ghent, Belgia. Lima orang telah ditangkap. Lima tersangka - semuanya dari Ghent - termasuk tiga anak di bawah umur berusia 14 dan 15 tahun dan dua orang dewasa berusia 18 dan 19 tahun. Polisi mengidentifikasi tersangka pelaku dari foto di online.

Menurut laporan media Belgia, dua anak di bawah umur yang ditangkap adalah saudara laki-laki, dan beberapa tersangka sudah diketahui polisi.

Mereka telah ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan, penyerangan tidak senonoh dan pengambilan serta penyebaran foto-foto yang kemungkinan merupakan serangan terhadap integritas seseorang.

Kedua orang dewasa itu diketahui diadili pada Rabu (2/6).

(Baca juga: Pertama Kalinya, Indonesia dan Arab Saudi Akan Berpartisipasi di International Army Games)

Diketahui, gadis, 14, yang berasal dari Gavere, selatan Ghent, pergi menemui seorang teman di pemakaman Westerbegraafplaats pada 15 Mei. Di sinilah sang korban bertemu empat orang pelaku pemerkosaan.

Empat hari setelah kejadian itu, sang gadis dilaporkan bunuh diri. Keluarganya kemudian diberitahu tentang kejadian itu oleh salah satu teman gadis itu.

Kasus yang mengejutkan ini menuai banyak komentar. Termasuk dari pejabat top pemerintah Belgia.

Menteri Kehakiman Belgia Vincent van Quikernborn mengungkapkan keterkejutannya dan kemarahannya atas apa yang terjadi.

(Baca juga: Wanita Ini Bunuh Suaminya yang Kaya Raya dengan Obat Perangsang)

Vincent berjanji di Twitter jika mereka yang bertanggung jawab atas cobaan mengerikan gadis itu akan dihukum.

“Kebencian, tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya. Pikiran saya bersama keluarga dan teman-teman,” cuitnya.

“Tersangka telah ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung. Keadilan harus memperhatikan keadilan,” lanjutnya.

Walikota Gavere, Denis Dierick, mengatakan dia mengenal korban dengan baik dan mengatakan kematiannya adalah "horor murni" dan "tragedi tidak manusiawi".

Sementara itu, Newsin24 melaporkan ayah korban mengatakan bahwa putrinya telah "berjuang melawan pengalaman pahit selama beberapa waktu".

“Dia membutuhkan bantuan dan sayangnya butuh waktu terlalu lama baginya untuk mendapatkannya,” ungkap sang ayah.

“Dia mengalami masa yang sulit dan fakta serta gambar ini adalah yang terakhir baginya. Seorang gadis 14 tahun tidak bisa melalui hal seperti ini,” ujarnya.

“Dia melihat seluruh dunianya berantakan. Tanpa orang-orang ini, dia akan ada di sana. Yang bisa saya harapkan sekarang adalah keadilan,” tambahnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini